Duka Pemadam Kebakaran sampai Warga Sekitar Jembatan Genoa

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 18/08/2018 15:26 WIB
Duka Pemadam Kebakaran sampai Warga Sekitar Jembatan Genoa Jembatan Genoa di Italia. (REUTERS/Stefano Rellandini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Davide hanya bisa menjawab dengan nada muram saat ditanya mengenai situasi terkini musibah runtuhnya jembatan Genoa di Italia Utara pada beberapa Selasa (14/8).

Pria berusia 30 tahun itu berprofesi sebagai pemadam kebakaran yang hingga hari ini dikerahkan Pemerintah Italia untuk mencari korban dalam musibah tragis tersebut. 

"Kabar runtuhnya jembatan disiarkan setiap hari. Saya mendengarnya setiap hari dan harus bekerja di sini setiap hari. Jadi saya tak tahu harus mengungkapkan perasaan seperti apa lagi," kata Davide yang enggan menyebutkan nama belakangnya, saat diwawancara oleh CNNIndonesia.com melalui telepon pada Jumat (17/8).


Sama seperti Davide, Jacopo Strumia, salah satu warga yang menghuni apartemen dekat jembatan Genoa bersama istri dan dua anaknya, sampai sekarang mengaku was-was.

"Saya tak pernah menyangka jembatan itu bisa runtuh. Saya harap tak akan terulang," kata Strumia seperti yang dikutip dari AFP.

"Kami sedikit khawatir terhadap kondisi jembatan-jembatan di Italia setelah kejadian itu," lanjutnya.

Jembatan Genoa dibangun sepanjang 800 meter pada tahun 1960-an.

Warga lainnya, Monica, mengatakan kalau sebelum runtuh salah satu baut pengait jembatan tersebut sempat jatuh di sekitar rumahnya.

"Setelah itu pengelola menutup jembatan selama tiga hari. Sepertinya jembatan ini rapuh," ujar Monica.

Davide mengatakan hal senada, bahwa sebelumnya pemerintah dan pengamat arsitektur banyak yang menyatakan bahwa struktur jembatan ini "cukup berbahaya".

Dikatakan Vittorio Depau, lansia yang rumahnya tak jauh dari jembatan, pengelola sering melakukan pengecekan atas kondisi bangunan tersebut.

Bahkan pada sepuluh tahun yang lalu ada perbaikan besar-besaran.

Jembatan Genoa bukanlah jalur yang sepi. Truk sering hilir mudik membawa muatannya dari dan ke pelabuhan lewat sini.

Di musim panas tentu saja banyak turis yang berkendara menuju objek wisata di sekitarnya.

Runtuh atau tidaknya jembatan Genoa, sebenarnya masyarakat sekitar cukup khawatir dengan keselamatannya selama mereka berada di sekitarnya.

"Hidup di bawah jembatan tidaklah mudah. Walau saya tak pernah menyangka jembatan ini runtuh, tapi selalu ada rasa waspada kalau sewaktu-waktu ada kecelakaan di sana, mungkin kendaraan bisa meluncur ke pemukiman di bawahnya," ujar Strumia, yang mengaku selalu melongok ke atas saat berjalan di bawahnya.

"Kami selalu ingin pindah dari sini. Tapi setelah kejadian ini tentu saja semakin sulit untuk menjual properti kami," lanjutnya.

(ard)