Mantan Direktur CIA Kecam Trump Terkait Pengasingan Brennan

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 18/08/2018 17:05 WIB
Presiden Donald Trump dikecam setelah ia mengeluarkan keputusan mengasingkan mantan direktur CIA, John Brennan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah mantan direktur Badan Inteligen Amerika Serikat (CIA) dan enam mata-mata senior negara itu mengecam Presiden Donald Trump setelah ia mengeluarkan keputusan mengasingkan mantan direktur badan tersebut, John Brennan.

Dalam pernyataan tertulis yang belum pernah terjadi sebelumnya, para mantan direktur CIA ini mengecam langkah Trump mencabut fasilitas izin akses keamanan milik Brennan.

"Langkah Presiden terkait John Brennan dan ancaman serupa kepada mantan pejabat tidak berhubungan dengan siapa yang boleh mendapat fasilitas izin akses keamanan, langkah itu hanyalah upaya mengekang kebebasan berbicara," bunyi pernyataan tertulis ini.


Mereka menggambarkan langkah Trump itu "tidak pantas dan sangat disesalkan" dan menegaskan "kami tidak pernah melihat situasi dimana persetujuan atau pencabutan fasilitas akses keamanan digunakan sebagai alat politik seperti dalam kasus ini."

Dua mantan pejabat yang menandatangani petisi itu, mantan direktur intelijen nasional James Clapper dan mantan direktur CIA Michael Hayden, disebut Trump sebagai orang yang bisa kehilangan izin akses keamanan itu.

Para mantan pejabat ini sering kali tetap memiliki izin akses keamanan setelah keluar dari kantornya agar pengganti mereka bisa berkonsultasi soal isu-isu yang muncul.

Gedung Putih mengatakan izin akses keamanan Brennan, seorang pengkritik Trump, dicabut karena perilakunya yang "tidak masuk akal".

Namun dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Trump mengakui keputusan mencabut izin akses keamanan Brennan terkait dengan penyelidikan federal atas dugaan kemungkinan kolusi antara tim kampanyenya dengan Rusia untuk mempengaruhi pilprea AS 2016.

"Saya menyebutnya upaya mencari masalah yang sudah direncanakan, itu penipuan," kata Trump dalam wawancara yang dikutip oleh Reuters. "Dan orang-orang ini yang memimpinnya!"

"Jadi saya berpikir harus ada langkah yang perlu diambil," tambahnya.

Langkah Trump ini dikecam banyak pihak, termasuk mantan Komandan operasi Navy SEAL yang menangkap Osama Bin Laden, William McRaven.

"Melalui aksi itu anda mempermaulkan kami di mata anak-anak kami, mempermalukan kami di panggung dunia, dan yang lebih parah lagi adalah memecah belah bangsa ini," ujar McRaven.

Akan tetapi sebagian besar sekutu Trump dari partai Republik membela langkah itu atau menolak mengecamnya secara terbuka.

Trump mengatakan kemungkinan besar akan mencabut izin akses keamanan pejabat Departemen Kehakiman Bruce Ohn, yang disasar oleh pendukung Trump, antara lain karena isterinya bekerja di perusahaan yang menerbitkan dokumen yang menduduh Rusia memiliki bukti yang bisa merusak presiden Trump.

"Bruce Ohr sangat memalukan. Saya duga saya akan mencabutnya dengan sangat cepat," kata Trump kepada wartawan pada Jumat (17/7).

Harian Washington Post mengutip para pejabat senior pemerintah yang mengatakan bahwa Gedung Putih telah membuat dokumen berisi keputusan pencabutan izin akses keamanan sejumlah pejabat, baik yang masih bekerja atau para mantan pejabat, yang mengkritik Trump atau terlibat dalam penyelidikan kasus Rusia itu.

Koran ini menambahkan bahwa para pembantu Trump juga membicarakan waktu yang tepat mengumumkan langkah itu sebagai pengalihan dari berita-berita negatif.

(ard/yns)