Legal, Toko Senjata Api Marak di Baghdad

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 14:10 WIB
Legal, Toko Senjata Api Marak di Baghdad Kalashnikov. (Istockphoto/blyamur)
Jakarta, CNN Indonesia -- Senjata api seperti pistol dan senapan semi otomatis maupun penyerang kini bisa didapatkan di Baghdad, Irak. Toko penjual senjata api bisa ditemukan di Karrada, kawasan pertokoan di Baghdad, yang biasa menjual peralatan rumah tangga.

Untuk pertama kalinya selama beberapa dekade terakhir, senjata semi otomatis dan pistol juga dapat dibeli secara legal di Baghdad, Irak.

Pasca tergulingnya Saddam Hussein pada 2003, penjualan senjata ilegal marak di Irak. Senjata-senjata hasil jarahan dari pos-pos polisi dan pangkalan militer dijual kembali di pinggir jalan. Para pembelinya adalah warga yang ingin melindungi diri di tengah ketiadaan hukum di sebagian besar wilayah Irak.


Sejak itu otoritas berwenang berusaha memerangi penjualan senjata ilegal. Pemerintah Irak juga berusaha membatasi kepemilikan senjata lewat aturan-aturan.

Kini, warga Irak diperbolehkan membeli dan memiliki pistol, senjata semi otomatis bahkan senjata penyerang dengan berbekal izin resmi, dan kartu identitas.

Sebelumnya, senjata-senjata yang boleh dijual hanyalah untuk keperluan berburu dan olah raga.

Salah seorang pemilik toko senjata di Karrada, Irak, Hamza Maher menjalankan bisnis setelah mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri. Dia mengaku tokonya sangat laris.

"Para pelanggan terutama pria, tapi jumlah pembeli perempuan juga meningkat," kata Maher di tokonya, dimana tampak beragam pistol dan senjata penyerang dipajang di etalasenya.

Harga pistol di toko senjata Maher beragam. Mulai dari US$1.000 sampai US$4.000. Adapun sebuah Kalashnikov dibanderol US$400 hingga US$2.000, tergantung dari merek dan asal pabrik.

Haider Al-Suhail, tokoh ulama dari Baghdad menyambut baik legalisasi toko senjata di Irak. "Ya, itu menurunkan tingkat kejahatan," kata dia saat mengunjungi toko senjat Maher untuk membeli senjata penyerang bagi penjaga peternakannya. "Penjahat yang berencana menyerang akan memahami bahwa dia akan membayar harga yang mahal.

(nat)