Pemulangan Tak Jelas, Keluarga Shinta Tulis Surat ke Jokowi

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 14:53 WIB
Pemulangan Tak Jelas, Keluarga Shinta Tulis Surat ke Jokowi Mendiang Shinta Putri Dina Pertiwi. (Screenshot via Instagram/@helmipanggagas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemulangan jenazah Shinta Putri Dina Pertiwi, (22) warga Indonesia (WNI) asal Malang yang ditemukan tewas tenggelam di Danau Trebgaster, Kamis (9/8) masih belum menemukan titik terang.

Hal ini membuat ibunya, Umi Salamah serta pihak keluarga akan membuat surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo agar dapat membantu pemulangan jenazah Shinta ke Indonesia.

"Sekarang kami sedang menulis surat terbuka untuk Pak Presiden," kata Umi Salamah saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (20/8).




Umi Salamah mengatakan pihak Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) berencaa jenazah akan diterbangkan kembali ke Indonesia pada Jumat malam waktu setempat.

Namun, hingga kini dirinya masih belum mendapatkan pernyataan yang resmi mengenai pemulangan jenazah Shinta.

"Setelah saya tanyakan nama maskapai dan jadwal penerbangan, tidak ada respons. Padahal mereka mengatakan ada jenazah lain yang meninggal pada hari yang sama dengan Shinta sudah diterbangkan," kata dia.

"Kemudan muncul info dari cargo gapura kalau jenazah Shinta akan diterbangkan pada 23 Agustus, saya konfriamsi ke KJRI dan Kemenlu mereka jawab tidak tahu tentang info dari cargo, sementara saya minta info resmi dari mereka sampai saat ini tidak dijawab," papar Umi Salamah.

Menurut Umi, sebelumnya pihak KJRI mengatakan bahwa masih ada beberapa tahapan yang harus diselesaikan pasca dikeluarkannya hasil otopsi seperti, KJRI harus mengurus akte kematian yang dikeluarkan oleh kantor catatan sipil kota Trebgas (tempat kejadian), membuat surat keterangan kematian berdasarkan akte kematian, dan masih berkoordinasi dengan pihak Bestattung untuk pengiriman jenazah.

Umi Salamah menuturukan bahwa pihak KJRI hanya menyatakan pemulangan jenazah Shinta memasuki proses booking, tetapi masih menjelaskan secara detail bagaimana proses tersebut berjalan.

"Belum diberi info booking ordernya, selain itu tidak meng-counter berita pemulangan tanggal 23 Agustus dari pihak kargo, dan tidak ada dokumen booking yang diinfokan kepada keluarga," kata dia.

CNNIndonesia.com  berusaha mengkonfirmasi terkait perkembangan ini, namun belum ada jawaban dari Kementrian Luar Negeri RI dan pihak Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Frankfurt. (cin/nat)