"Kami menemukan delapan orang meninggal, tetapi tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan korban," demikian pernyataan unit perlindungan sipil Cosenza, ibu kota dari perfektur yang diterjang banjir, seperti dilansir AFP.
Dilansir media lokal, Corriere della Sera, delapan orang yang meninggal terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, otoritas mencari lima lima orang yang masih hilang, salah satunya seorang pemandu tur lokal.
Kepala Perlindungan Sipil, Carlo Tansi, mengatakan bahwa para petugas menggunakan lampu yang kuat untuk membantu pencarian para korban.
"Terjangan air datang secara tidak terduga. Kami tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan apa pun. Untungnya saya masih bisa selamat, itu sangat luar biasa," katanya.
Wilayah Calabria diterjang angin kencang dan hujan deras selama berjam-jam pada Senin. Keadaan membaik pada sore harinya.
Lihat juga:Banjir Bandang di India, 27 Tewas |
Pihak berwenang setempat membatasi akses ke wilayah tersebut, dan telah menandai kawasan berbatu tertentu untuk membantu menemukan pendaki yang terkena masalah. (gfs/has)