Banjir Bandang di Ngarai Italia, Delapan Orang Tewas

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 21/08/2018 15:59 WIB
Banjir Bandang di Ngarai Italia, Delapan Orang Tewas Delapan orang pendaki tewas akibat banjir bandang di ngarai wilayah selatan Calabria, Italia. Lima orang yang lain terbawa arus air dan masih belum ditemukan. (Corpo Nazionale Soccorso Alpino e Speleologico/Handout/via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Delapan orang pendaki tewas akibat banjir bandang di ngarai wilayah selatan Calabria, Italia. Lima orang yang lain terbawa arus air dan masih belum ditemukan.

"Kami menemukan delapan orang meninggal, tetapi tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan korban," demikian pernyataan unit perlindungan sipil Cosenza, ibu kota dari perfektur yang diterjang banjir, seperti dilansir AFP.

Dilansir media lokal, Corriere della Sera, delapan orang yang meninggal terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan.


Selain itu, unit perlindungan sipil Cosenza memastikan ada 23 orang yang berhasil diselamatkan dari Cosenza, ibu kota provinsi di mana banjir menerjang.
Dua dari keseluruhan korban yang berhasil diselamatkan masih anak-anak, salah satunya terkena hipotermia sehingga harus dibawa ke rumah sakit menggunakan helikopter.

Sementara itu, otoritas mencari lima lima orang yang masih hilang, salah satunya seorang pemandu tur lokal.

Kepala Perlindungan Sipil, Carlo Tansi, mengatakan bahwa para petugas menggunakan lampu yang kuat untuk membantu pencarian para korban.
Salah satu korban yang berasal dari Belanda menceritakan kronologi kejadian yang ia alami.

"Terjangan air datang secara tidak terduga. Kami tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan apa pun. Untungnya saya masih bisa selamat, itu sangat luar biasa," katanya.

Wilayah Calabria diterjang angin kencang dan hujan deras selama berjam-jam pada Senin. Keadaan membaik pada sore harinya.
Menurut laporan AGI, ngarai yang terbentuk oleh sungai Raganello memang hanya direkomendasikan untuk dilalui oleh orang berpengalaman karena banyak rintangan pada jalur tersebut. Ngarai ini pun harus ditutup pada saat tertentu.

Pihak berwenang setempat membatasi akses ke wilayah tersebut, dan telah menandai kawasan berbatu tertentu untuk membantu menemukan pendaki yang terkena masalah. (gfs/has)