Diadukan Narasumber, Wartawan AS Dipindahtugaskan

CNN, CNN Indonesia | Selasa, 28/08/2018 09:40 WIB
Diadukan Narasumber, Wartawan AS Dipindahtugaskan Ilustrasi wartawan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang wartawan ekonomi dipindahtugaskan medianya setelah pimpinan sebuah bank besar di Amerika Serikat mengadukannya ke media tempatnya bekerja.

Dilansir CNN, reporter Bloomberg News yang meliput Wells Fargo, bank terbesar keempat di Amerika Serikat dipindahtugaskan awal tahun ini. Pasalnya, CEO bank tersebut menelepon pemimpin redaksi dan mengadukan perilaku sang reporter.

Insiden itu mengguncang sebagian tim perbankan dan menyebabkan pengunduran diri beberapa wartawan kawakan.


"Bloomberg menerbitkan lima ribu cerita setiap hari, dan seperti organisasi berita lainnya, kami mendapatkan masukan dari perusahaan-perusahaan yang kami liput. Kami membuat keputusan soal bagaimana kami meliput perusahaan-perusahaan itu murni berdasarkan apa yang terbaik bagi pembaca kami," kata juru bicara Bloomberg News seperti dilansir CNN.


Rangkaian peristiwa pengalihtugasan reporter tersebut berawal saat Shahien Nasiripour menulis soal Wells Fargo sebagai penyandang dana industri senjata Amerika Serikat. Dalam tulisan yang dipublikasikan Maret lalu, Nasiripour merinci hubungan bank yang berdiri sejak 1852 itu dengan Asosiasi Senapan Nasional AS (National Rifle Association).

Menyusul publikasi kisah tersebut, CEO Wells Fargo, Timothy Sloan pun mengirim sebuah memo tanggapan. Memo tersebut diperoleh surat kabar AS The Wall Street Journal, dan menulis cerita berdasarkan memo tersebut.

Setelah Wall Street Journal menerbitkan ceritanya, Nasiripour meminta salinan memo yang sama kepada humas Wells Fargo agar dia bisa juga memberitakannya untuk Bloomberg News.

Namun permintaan itu ditolak. Akibatnya, terjadi percakapan sengit di telepon antara juru bicara Wells Fargo dengan Nasiripour.

Berang dengan sikap Nasiripour, humas Wells Fargo pun menghubungi Caroline Gage, editor ekslusif untuk isu keuangan global di Bloomberg News. Gage pun meminta Nasiripour minta maaf kepada humas Wells Fargo, yang dituruti reporter itu.

Namun ketegangan antara Bloomberg dan Wells Fargo tidak mereda.

Pemimpin Redaksi Bloomberg John Micklethwait memanggil Nasiripour. Micklethwait mengatakan CEO Wells Fargo, Timothy Sloan mengeluhkan perilaku Nasiripour.

Dilansir CNN, Micklethwait menyatakan dia memutuskan untuk memindahkan Nasiripour dari liputan Wells Fargo ke Trump Organization.

Keputusan tersebut memicu tiga wartawan senior perbankan di Bloomberg News mengundurkand iri. Hugh Son ke CNBC, Dakin Campbell ke Business Insider dan Laura Keller ke sebuah media lainnya. Baik Son, Campbell, dan Keller menolak untuk berkomentar. Nasiripour merujuk CNN ke juru bicara Bloomberg yang kemudian menolak untuk berkomentar.

Sumber pendapatan utama Bloomberg adalah pelanggan, yang mencapai US$20 ribu per tahun. Seperti bank-bank dan perusahaan lain di sektor keuangan, Wells Fargo adalah klien yang penting. Jika bank tersebut berhenti berlangganan, Bloomberg kehilangan jutaan dolar.

(nat)