Trump Puji Kim Jong-un, Batalkan Latihan Perang AS-Korsel

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 30/08/2018 08:52 WIB
Trump Puji Kim Jong-un, Batalkan Latihan Perang AS-Korsel Ilustrasi. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hanya beberapa hari setelah membatalkan kunjungan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Korea Utara dengan alasan bahwa Pyongyang tidak cukup membuktikan kemajuan selama perundingan perlucutan senjata nuklir atau denuklirisasi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji hubungannya dengan pemimpin Korut Kim Jong-un.

Dilansir kantor berita Reuters, Kamis (30/1), Trump juga menyatakan bahwa latihan perang bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan tidak perlu dilanjutkan.

Pernyataan itu dilontarkan Trump, sehari setelah Menteri Pertahanan James Norman (Jim) Mattis mengindikasikan akan melanjutkan latihan militer bersama dengan Korsel. Latihan bersama AS-Korsel tersebut dinilai Korut sebagai latihan invasi terhadap Pyongyang.




Lewat akun Twitter resminya, Trump mencuit pernyataan Gedung Putih yang kembali mempertanyakan peran China untuk menyelesaikan krisis nuklir di Semenanjung Korea, terkait pengembangan senjata nuklir Korea Utara yang mengancam Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya Trump menyakini Korea Utara 'di bawah tekanan luar biasa' dari China, tapi Beijing memasok bantuan yang besar untuk Pyongyang, termasuk bahan bakar, pupuk dan komoditas lainnya.

"Ini tidak membantu," kata Trump lewat akun Twitter-nya, Rabu (29/8).

"Meski begitu, Presiden yakin hubungannya dengan Kim Jong-un adalah hubungan yang sangat baik dan hangat, tidak ada alasan lain saat ini untuk menghabiskan dana besar dalam latihan perang bersama AS-Korea Selatan," cuitnya.

"Selain itu Presiden dapat memulai latihan bersama dengan Korea Selatan dan Jepang, jika dia mau. Jika itu terjadi, latihan itu akan lebih besar dari sebelumnya."

Trump secara mengejutkan telah mengumumkan dihentikannya latihan perang bersama AS-Korsel seusai pertemuannya dengan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura pada 12 Juni lalu. Langkah itu dikritik sebagai konsesi yang terlalu dini di saat AS berusaha membujuk Korut untuk melucuti senjata nuklir.

Pada Selasa (28/8), Menhan Jim Mattis menyebut penangguhan latihan perang bersama AS-Korea sebagai itikat baik tidak mendapat sambutan yang sama dari Korut. Pada Rabu (29/8), Mattis menyatakan tidak ada keputusan soal penangguhan semua latihan militer dan menekankan pentingnya aliansi AS-Korsel.

Pejabat intelijen dan pertahanan AS berulang kali menyatakan keraguan atas kesediaan Korut untuk menyerahkan senjata nuklirnya.


Tonton juga video: Dialog Nuklir Korut Berantakan, Trump Salahkan China
[Gambas:Video CNN] (nat)