Donald Trump Ucapkan Belasungkawa atas Kepergian McCain

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Minggu, 26/08/2018 12:51 WIB
Donald Trump Ucapkan Belasungkawa atas Kepergian McCain John Mccain. (Foto: REUTERS/Charles Mostoller)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya turut buka suara perihal wafatnya John McCain.

Melalui kalimat ringkas di akun Twitter pribadinya, Trump menyampaikan rasa dukanya untuk keluarga McCain.

"Simpati dan hormat terdalam untuk keluarga Senator John McCain. Hati dan doa kami bersama kalian," tulis Trump dalam akun twitternya.




Melania Trump juga mengirimkan belasungkawa untuk keluarga McCain. Sama seperti suaminya, Melania menyampaikan dukanya di Twitter.

"Pikiran, doa, dan simpati kami kepada keluarga McCain. Terima kasih Senator McCain atas pelayananmu untuk negara ini," ujar Melania.


Padahahl, hubungan keduanya diketahui cukup sengit. Beberapa bulan terakhir bahkan McCain kerap mengkritik Trump dalam rangkaian tweet sambil berjuang melawan penyakitnya.

Senator Partai Republik ini menganggap Trump dan ideologinya 'America First' telah melepaskan diri dari nilai dan prinsip AS sebagai pemimpin global.

Kepada CNN bulan Mei lalu, keluarga McCain tak menginginkan kehadiran Donald Trump di prosesi pemakamannya nanti. Padahal, beberapa rival politik McCain yakni Barack Obama dan George W. Bush justru diminta oleh keluarga ikut memberikan pidato di pemakaman nanti.

Ucapan duka dari Trump ini banyak dinantikan karena dia hampir tak berkata apa-apa sejak McCain memutuskan menghentikan perawatan kanker otak yang mengakibatkan kondisi kesehatannya terus menurun.

Namun, Dan Scavino, pengarah media sosial Donald Trump, mengatakan bendera di Gedung Putih akan dikibarkan setengah tiang untuk mengenang kepergian John McCain.


Apalagi, dalam sejumlah kesempatan Trump tak menyebut nama McCain seperti yang terjadi dalam ucapan terima kasihnya kepada sejumlah senator AS yang meloloskan UU Anggaran Pertahanan.

Padahal, nama beleid itu sendiri disematkan nama McCain sebagai bentuk penghormatan.

Seperti diketahui, hubungan Trump dan McCain tak pernah akur. Meski sama-sama bernaung di bawah Partai Republik, keduanya punya perspektif politik yang bertolak belakang sehingga tak jarang mereka saling lempar kritik tajam.

Salah satu bentuk kejengkelan McCain terhadap Trump di hadapan publik terjadi pada November 2016, tak lama setelah Trump secara mengejutkan menang atas capres partai Demokrat Hillary Clinton.

Senator negara bagian Arizona ini marah ketika wartawan terus bertanya tentang presiden terpilih itu.

"Jangan tanya saya soal Donald Trump. Saya tidak mau bersikap tidak sopan, tetapi saya tidak mau ditanya soal Donald Trump."

(agr/bir)