Mantan Menlu Khawatir ASEAN Tak Lagi Dianggap di Isu Myanmar

Natalia Santi, CNN Indonesia | Kamis, 30/08/2018 16:04 WIB
Mantan Menlu Khawatir ASEAN Tak Lagi Dianggap  di Isu Myanmar Mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam peluncuran bukunya
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa mengkhawatirkan peran Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) tidak lagi diperhitungkan dalam penyelesaian konflik Rohingya di Myanmar.

Keprihatinan itu disampaikan Marty menanggapi pertanyaan mantan Direktur Jenderal ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Wisber Loeis terkait laporan Perserikatan Bangsa-bangsa yang menuduh militer Myanmar melakukan genosida terhadap Rohingya.

"Komunitas internasional saat ini melihat ke ASEAN, tapi yang saya khawatirkan mereka tidak mencari itu," kata Marty menanggapi pertanyaan Loeis soal peran ASEAN dalam menyelesaikan krisis di negara bagian Rakhine, Myanmar dalam peluncuran bukunya yang bertajuk "Does ASEAN Matter? A View from Within" di Centre for Strategic and International Studies, Jakarta, Kamis (30/8).
Dalam pembahasan di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa, menurut Marty, dia tidak melihat adanya pernyataan yang merujuk kepada ASEAN. "Saya tidak melihat pernyataan yang mereferensikan ASEAN sekali pun, mereka sudah tidak peduli atau mengharapkan ASEAN, itu yang saya khawatirkan," kata dia.


Marty mengharapkan suara ASEAN harus ada dalam badan dunia tersebut. Untuk menyampaikan dukungan ataupun sikap ASEAN mana kala ada anggotanya bermasalah. Sebelumnya, Marty pun mengharapkan agar masalah ini dibahas pertama-sama bersama di ASEAN. "Tidak terlambat bagi Myanmar untuk merangkul negara-negara anggota ASEAN agar kita punya suara bersama di ASEAN," kata Marty. (nat)