Israel Sambut Keputusan AS Setop Dana Pengungsi Palestina

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 01/09/2018 17:08 WIB
Israel Sambut Keputusan AS Setop Dana Pengungsi Palestina Ilustrasi pengungsi Palestina. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel menyambut keputusan Amerika Serikat mengakhiri bantuan dana untuk badan perlindungan pengungsi Palestina di bawah PBB (UNWRA) yang diambil pada Sabtu (1/9).

Israel juga menuduh organisasi yang membantu lima juta pengungsi Palestina itu memperparah konflik Timur Tengah.

Israel dan AS menuding badan yang sudah 70 tahun berdiri itu memiliki prinsip bahwa banyak rakyat Palestina adalah pengungsi yang meninggalkan rumah mereka karena adanya perang pada 1948 dan memiliki hak untuk kembali ke daerah mereka sendiri.


Baik Israel maupun AS menolak anggapan tersebut.

Pada Jumat, Washington, yang hingga tahun lalu masih menjadi penyokong dana terbesar lembaga tersebut, mengumumkan akan mengakhiri pendanaan tersebut.

"Israel mendukung keputusan AS tersebut," ujar seorang pejabat kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang namanya tak mau diungkapkan.

"Menegaskan status para pengungsi Palestina adalah salah satu masalah yang menambah besar konflik."

Duta besar Palestina Hossam Zomlot menuduh AS menarik kembali komitmen dan tanggung jawab mereka pada suatu lembaga yang didirikan oleh resolusi Majelis Umum PBB pada 1949.

"Dengan mendukung narasi ekstrem yang diciptakan Israel pada semua isu, termasuk di antaranya hak lebih dari 5 juta pengungsi Palestina, pemerintah AS telah kehilangan status sebagai penjaga perdamaian dunia dan juga merukan bukan hanya situasi yang rentan krisis, tapi juga peluang terciptanya perdamaian di masa depan."

UNRWA saat ini mengurusi lebih dari lima juta pengungsi Palestina yang terdaftar dan juga menyediakan pendidikan bagi 526 ribu anak-anak di daerah Palestina, termasuk di antaranya kamp-kamp pengungsian di Lebanon, Suriah, dan Yordania.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa lembaga itu tetap berkeyakinan penuh dan meminta negara-negara lain menutupi dana yang ditarik Amerika sehingga UNRWA bisa terus memberikan bantuan.

Juru bicara UNRWA, Chris Gunnes, mencuitkan: "Kami secara keras menolak kritik bahwa sekolah-sekolah, pusat pelayanan kesehatan, dan program bantuan darurat UNRWA dianggap bercela."

Washington, yang tahun ini telah membekukan pendanaan senilai US$300 juta dan membuat lembaga tersebut terkena krisis keuangan, mengatakan akan mencari cara agar keputusan mereka tak melukai penduduk Palestina yang tak berdosa.

Israel menyatakan dukungan pada cara-cara baru untuk membantu rakyat Palestina.

"Akan sangat bagus untuk mengalokasikan dana untuk elemen-elemen lain yang akan menggunakan uang itu secara layak, dan tidak menegaskan ide bahwa mereka pengungsi," ujar pejabat di kantor Netanyahu. (vws)