Seperti kebanyakan seluruh sekolah di China, Taman kanak-kanak Xinshahui di selatan kota Shenzhen menandai awal tahun sekolah dengan melakukan upacara. Biasanya, upacara penyambutan ini dilaksanakan dalam upacara formal dan diselingi berbagai pertunjukan dan pidato.
Tetapi pada upacara penyambutan siswa baru Senin lalu, Kepala Sekolah, Lai Rong malah menampilkan penari striptis saat upacara. Ide nyeleneh ini harus dibayar dengan pekerjaannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak-anak yang mengenakan seragam marching band mencoba untuk meniru gerakan-gerakannya, beberapa anak mulai mengitari pinggul mereka dan saling berdansa.
Banyak orang tua yang berkomentar dan melakukan protes di media sosial serta mengancam menarik anak-anak mereka untuk keluar dari sekolah. Mereka juga menyerukan pengunduran diri Lai.
"Tarian striptis di upacara penyambutan sekolah? Bagaimana saya bisa mempercayai anak-anak saya dengan mereka? Saya akan menarik anak saya keluar dan meminta pengembalian uang," tulis salah satu cuitan dari orangtua di platform media sosial WeChat.
"Apakah kepala sekolah itu idiot?," tulis komentar lain di situs Twitter seperti Weibo.
Beberapa jam kemudian, pihak berwenang setempat mengumumkan bahwa mereka telah memecat kepala sekolah itu dan menempatkan Taman Kanak-kanak Xinshahui dalam penyelidikan.
Biro pendidikan, Bao'an menuliskan dalam sebuah pernyataan bahwa sekolah lain harus merefleksikan insiden ini.
"Sekolah-sekolah lain harus merefleksikan insiden ini dan menjunjung tinggi standar pendidikan," tulisnya.
"Saya mungkin sudah mati. Saya sudah kehilangan harapan untuk hidup," kata Lai kepada tabloid Global Times.
Lihat juga:Saat China Pekerjakan Jutaan Orang Afrika |
Selama akhir pekan, banyak orang tua yang mengeluh karena program televisi yang diwajibkan untuk ditonton pada Sabtu malam hanya berisikan iklan berdurasi 12 menit dan promosi kursus les online serta penjualan alat tulis.
Menurut berbagai postingan di media sosial, kebanyakan orang tua marah ketika mereka diberitahu untuk memindahkan anak-anak mereka ke asrama di sekolah swasta. Hal itu membuat biaya sekolah menjadi sangat mahal. (cin/eks)