Badai Gordon Kian Melemah Setelah Landa Pantai Barat AS

SAB & CNNIndonesia, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 19:38 WIB
Badai Gordon Kian Melemah Setelah Landa Pantai Barat AS Badai Gordon serang pantai barat Amerika Serikat (Ryan RC Rea/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badai Tropis Gordon dikabarkan melemah setelah menghantam wilayah dekat perbatasan antara Alabama dan Mississipi. Badai ini akan diikuti oleh hujan deras dan angin kencang yang mengguyur di pantai teluk Amerika Serikat.

Pusat Badai Nasional Amerika Serikat (NHC) menyebut badai Gordon mulai bergerak ke arah barat menuju Mobile, Alabama dengan kecepatan 70 km per jam, pada Rabu (5/9).

Kecepatan angin terburuk badai ini bisa mencapai 113 km per jam dan NHC melaporkan bahwa pada rabu pagi, pusaran angin belum mencapai kecepatan 119 kilometer per jam. Ini adalah kecepatan angin minimal untuk mengubah status badai ini sebagai hurricane.


Saat menerpa daratan Amerika Serikat, badai Gordon akan melemah dan menjadi badai ekstratropis. NHC terus mengawasi dan mengeluarkan peringatan badai pada semua wilayah.

Gubernur Louisiana John Bel Edwards mengumumkan keadaan darurat, walaupun pesisir Louisiana tampak tenang pada Selasa malam (4/9).

Dampak yang muncul adalah pengurangan produksi minyak dan gas dikurangi 9 persen setelah peringatan badai Gordon dikeluarkan.
Badai Gordon Kian Melemah Setelah Landa Pantai Barat ASBadai Gordon yang menyebabkan angin kencang kini kekuatannya sudah jauh melemah dari sebelumnya.  (@Saralina77/via REUTERS)
"Saya mengimbau warga mempersiapkan diri untuk badai ini," kata Walikota New Orleans LaToya Cantrell dalam pernyataannya. "Kami mengutamakan keselamatan para warga."

Badai Tropis menyebabkan angin kencang ke teluk pantai antara Alabama dan bagian barat Florida. Sementara itu, sejumlah wilayah belum pulih dari serangan badai tahun lalu yang membawa curah hujan 30 cm.

Gelombang tinggi yang dipicu badai menyapu beberapa pantai sekitar wilayah Mobile di Alabama, kata Stephen Miller, seorang ahli meteorologi Amerika Serikat.

"Kami memperkirakan kecepatan angin meningkat," kata Miller dalam wawancara telepon. "Banjir mungkin terjadi."

Badan Prakiraan Cuaca mengatakan akan terjadi penambahan tinggi permukaan air laut bisa mencapai 1,5 meter dari pantai Shell yang terletak di Louisiana hingga Pulau Dauphin yang teletak di Alabama.

Badan Manjemen Bantuan Darurat Mississipi memperingatkan warga untuk siap berevakuasi.

Evakuasi

Pemilik pelabuhan LaFrance Sue Cates mengatakan bahwa gelombang tinggi bisa mendorong air ke perkemahan dalam wilayah pelabuhan yang terletak di Heron Bay di teluk panda Meksiko. Evakuasi adalah satu-satunya pilihan bagi orang-orang untuk melindungi diri sendiri.

Cates mengatakan bahwa ia dan pasangannya akan tetap tinggal di rumahnya yang memiliki tiang penyangga yang cukup tinggi, yaitu 24 meter dari tanah.

Rumah tersebut dibangun untuk bertahan kecepatan angin hingga 241 kilometer per jam setelah Badai Katrina yang mematikan melanda AS.

"Kita berada di atas sini dan saya percata bahwa kami akan baik-baik saja," kata Cates.

"Orang-orang di daerah sini terlatih dengan baik untuk menghadapi bencana seperti ini."

Anadarko Petroleum Corp, perusahaan minyak AS, telah mengevakuasi peperja dan menghentikan produksi pada dua anjungan minyak pada Senin (3/9).

Perusahaan minyak lain yang beroperasi sepanjang wilayah teluk pantai membatasi pergerakan karena mempersiap infrastruktur.

Teluk panda Meksiko menampung 17 persen perusahaan minyak bumi AS dan 5 persen gas alam seita gari, menurut Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat.

Penjaga Pantai mengatakan bahwa pelabuhan New Orleans, Gulfport, Pascagoula dan Mississippi harus ditutup selama 48 jam.

Angin topan melanda Texas, Florida dan Puerto Rico tahun lalu dan mengakibatkan kerusakan dan menewaskan banyak orang.

Hotel Inn dan Hotel Roost yang terletak di Ocean Springs di Mississippi menampung beberapa tamu yang berlindung dari badai, kata Kristin Smith, manajer kedua hotel tersebut.

"Banyak tamu yang menetap di kamar merasa nyaman," katana dalam wawancara telepon. "Kami memperbolehkan para tamu pulang jika meraka inginkan. Siapapun bebas untuk mengikuti naluri diri sendiri," demikian dilaporkan Reuters.

[Gambas:Video CNN]
(eks)