Capres Potensial Brasil Umumkan Undur Diri

CNNIndonesia, CNN Indonesia | Kamis, 13/09/2018 03:33 WIB
Capres Potensial Brasil Umumkan Undur Diri Ilustrasi (REUTERS/Paulo Whitaker)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, dipastikan undur diri dan tidak akan bersaing dalam pemilhan presiden Brasil bulan depan.

Hal ini disampaikan Senator Gleisi Hoffman, pemimpin Partai Buruh (PT) setelah keluar keputusan pengadilan di Curitiba. Kota yang berada di wilayah Selatan ini merupakan lokasi penjara Lula setelah kasus korupsi menjeratnya sejak April lalu.

Lantas, menurut Hoffman, hak dipilih Lula akan dialihkan kepada pasangannya Fernando Haddad. Lula da Silva telah berulang kali menolak tudingan telah menerima suap selama atau setelah masa jabatan kepresidennya.


"Seorang bisa ditahan dalam penjara, tapi bukan ide-idenya," tulis Lula dalam surat yang dibacakan oleh Luiz Eduardo Greenhalgh, salah satu tokoh pendiri PT, dihadapan para pendukungnya di lokasi Lula di tahan, Rabu (12/9).

"Jutaan dari kita merupakan figur Lula dan Fernando Haddad akan menjadi Lula bagi jutaan masyarakat Brasil."

Lula divonis 12 tahun di penjara karena tuduhan korupsi setelah berkuasa dari 2003 hingga 2010, di bawah hukum "Clean Slate".

Hukum itu menyatakan bahwa seorang kandidat dilarang mencalonkan diri dalam pemilu setelah terbukti bersalah. Padahal Lula adalah salah satu tokoh politik paling populer di Brasil.

Survei menunjukkan bahwa setengah dari pendukung Lula akan memilih siapapun ditunjuk sebagai pegganti Lula.

Survei di Brasil menunjukkan bahwa dukungan terhadap kandidat dari kubu kiri meningkat. Hal ini mengakibatkan pelemahan mata uang dan sektor saham.

Sebelumnya, Lula berharap Mahkamah Agung Brasil menizinkan untuk mengajukan banding. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk mundur dan menunjuk Haddad sebagai penerusnya. Langkah ini diambil agar pengadilan tak membatalkan kesempatan partainya bersaing dalam pemilu.

Saat ini Brasil memiliki 13 kandidat presiden. Survei menunjukkan bahwa dukungan terhadap tokoh kubu kiri, Ciro Gomes, meningkat. Jair Bolsonaro, yang terkenal sebagai 'Donald Trump versi Brasil' naik 2 persen ke 24 persen. Namun, Bolsonaro diperkirakan akan dikalahkan lawannya dalam pemilu puturan kedua.

Survei lain menyebut posisi Bolsonaro akan seri dengan lawannya dalam puturan kedua dan memimpin dalam putaran pertama. (sab/eks)