Aturan Penerimaan Murid Baru Beijing Picu Pindah Rumah

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 05:40 WIB
Persentase investasipendidikan dibandingkan PDB China menurut IMF di bawah investasi negera ekonomi baru lain di dunia. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tahun ajaran baru, beberapa penghuni Beijing terpaksa memasukkan anak mereka ke sekolah yang terletak jauh dari kediaman akibat aturan pembatasan berdasarkan domisili. Bahkan mereka yang tidak beruntung tampaknya harus mengirim anak mereka bersekolah ke provinsi lain seperti Shenzhen.

Dalam satu tahun ini, Beijing mengusir banyak pekerja migram yang tak memiliki status domisi dan merelokasi ratusan pabrik untuk mengurangi kepadatan penduduk yang mereka sebut sebagai "penyakit perkotaan". Akibat kebijakan ini jumlah penduduk yang tercatat berkurang sedikit, menjadi 21,7 juta tahun lalu

Akan tetapi, sekarang keluarga kelas menengah yang sudah tinggal di sana dalam jangka waktu panjang dan pembayar pajak pun harus ikut pindah kota dengan alasan lain, yaitu aturan baru membuat mereka kesulitan menyekolahkan anak mereka di sekolah-sekolah Beijing.
He, warga berusia 35 tahun, mengatakan harus pindah dari Beijing ke wilayah Hebei setelah aturan domisi baru membuat puteranya yang berusia enam tahun mendaftar di sekolah kota itu.


Dia dan puteranya pindah ke Hebei dua minggu lalu di awal tahun ajaran baru, isterinya kemudian pindah ke rumah keluarga yang dekat dengan tempat kerjanya.

He kini hanya bisa bertemu dengan isterinya di akhir minggu. Dia pun keluar dari pekerjaannya di Beijing pada Maret lalu.

"Ekonomi kami terkena dampaknya," ujarnya. "Tetapi putera saya bisa bersekolah."

Aturan baru itu menyebutkan antara lain bahwa alamat keluarga tidak boleh berubah setidaknya satu tahun terakhir dan sesuai dengan wilayah tempat bantuan sosial diuangkan.

He yang kini tinggal di apartemen berkamar dua yang tampak kosong di Hebei mengatakan selama setahun dia berusaha agar bisa memenuhi syarat itu.
Aturan Penerimaan Murid Baru Beijing Picu Pindah RumahAturan baru yang menetapkan penerimaan murid baru harus berdasarkan domisi di Beijing kerap berubah sehingga banyak orang tua harus pindah kota agar anaknya bisa sekolah.(Reuters/Stringer)
Tetapi pemerintah daerah Tongzhou di Beijing, rumahnya dulu, kemudian membuat aturan baru sebelum tenggat waktu pendaftaran sekolah tahun ajaran baru yang membuat keluarga itu tidak bisa memenuhi syarat.

Ratusan orang tua di daerah Tongzhou menghadapi situasi yang sama melakukan aksi protes di kantor-kantor departemen pendidikan TOngzhou dan kantor pendidikan Beijing Tengah pada Mei dan Juni.
Li, seorang ibu, mengatakan sepertiga dari 200 keluarga yang dia ketahui menulis surat kepada pihak berwenang akhirnya bisa menyekolahkan anak mereka di sekolah-sekolah Tongzhou. Sepertiganya memilih sekolah swasta atau pindah kota. Sisanya, seperti dia, memilih untuk tidak menyekolahkan anak mereka untuk tahun ajaran sekarang.

"Kami sudah membayar untuk sekolah wasta, tapi sekolah itu sangat jelak. Jadi kami keluarkan dia," kata Li.

Baca selanjutnya: Orang tua akhirnya menyogok untuk bisa masuk sekolah Beijing

Orang Tua Menyogok agar Anak Bisa Sekolah di Beijing

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2