Pekerja Proyek Bandara Terbesar di Dunia Keluhkan Kutu Kasur

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 16/09/2018 09:59 WIB
Pekerja Proyek Bandara Terbesar di Dunia Keluhkan Kutu Kasur Pekerja menggelar aksi demo di lokasi pembangunan Istanbul Grand Airport (IGA). (AFP PHOTO / BULENT KILIC)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Turki menangkap sekitar 20 pekerja ketika membubarkan paksa pendemo di lokasi pembangunan Istanbul Grand Airport (IGA) yang dibangun di sebelah utara Istanbul, Turki. IGA menyita perhatian dunia setelah disebut-sebut akan menjadi bandar udara terbesar di dunia.

Para demonstran mulai memadati bandar udara mulai hari Jumat (14/9). Para pengunjuk rasa didominasi pekerja kasar meminta kejelasan kasus kematian rekan kerja dan tempat kerja di lokasi konstruksi yang buruk.

Diberitakan sebanyak 27 orang pekerja tewas di selama proyek berlangsung sejak tiga tahun lalu, dan kematian karyawan karena kecelakaan kerja sejumlah 13 orang berdasarkan keterangan menteri transportasi Turki saat konferensi pers di bandara pada April.


Namun salah satu pekerja yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada AFP bahwa jumlah angka kematian yang diumumkan tidak sesuai fakta di lapangan. Menurutnya, angkanya lebih besar dan kecelakaan sangat umum di lokasi proyek.

Mereka yang ditahan oleh polisi setempat salah satunya fotografer AFP, Bulent Kilic yang sedang meliput aksi protes. Namun ia dibebaskan setelah dua jam ditahan.

Aksi protes kerap dilakukan oleh para pekerja di proyek IGA yang dijadwalkan akan selesai pada bulan Oktober 2018. Total sekitar 500 pendemo telah ditangkap di salah satu mega proyek Presiden Recep Tayyip Erdogan, menurut Konfederasi Serikat Revolusioner Turki (DISK).

Harian oposisi, Cumhuriyet memberitakan bahwa banyak yang dikeluhkan para pekerja salah satu adalah banyaknya kutu kasur. Menurut mereka kondisi tersebut tidak layak dan menjadi masalah kesehatan.

Buntut dari aksi ini, pihak manajemen bandar udara telah bertemu dengan para pekerja. Manajemen INA kepada pekerja berjanji untuk mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah dengan cepat. Seorang juru bicara IGA menolak berkomentar lebih lanjut mengenai kejadian ini.

Sebagian orang mendukung aksi para pekerja. Mereka yang mendukung menggunakan tagar "we are not slaves" (#köledegiliz) di media sosial. Bahkan tagar "kami bukan budak" sempat tren di Turki pada Sabtu (15/9).

Ketika pesawat pertama mendarat di IGA pada bulan Juni, Erdogan mengatakan bandara baru tersebut akan menjadi bandar udara yang terbesar di dunia dengan kapasitas pertama sebanyak 90 juta penumpang per tahun naik menjadi 150 juta pada 2023. Setelah diresmikan, ada sekitar 35.000 orang bekerja di sana, termasuk 3.000 insinyur dan staf administrasi. (mik)