Malaysia Fasilitasi Pertemuan Tiga Negara Penyelidik 1MDB

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 21/09/2018 14:58 WIB
Malaysia Fasilitasi Pertemuan Tiga Negara Penyelidik 1MDB Ilustrasi. (Reuters/Olivia Harris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Malaysia menjadi tuan rumah pertemuan antara Singapura, Swiss, dan Amerika Serikat terkait penyelidikan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Pertemuan itu dihelat di Dewan Kejaksaan Agung (AGC) di Putrajaya pada Jumat (21/9) waktu setempat.

"Kami senang melaporkan bahwa pertemuan yang sukses antara para jaksa, spesialis sipil, dan peneliti dari tiga negara yang terkena dampak skandal 1MDB itu diselengarakan oleh AGC," bunyi pernyataan AGC.


"Para peserta menyadari kepentingan dan urgensi kolaborasi serta kerja sama dalam perang melawan kejahatan yang dilakukan secara internasional dan melewati perbatasan negara.".
AGC berharap pertemuan itu dapat menjadi patokan untuk upaya yang lebih besar di masa depan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para delegasi dari luar negeri atas kesediaannya untuk memberikan bantuan lebih lanjut dalam memerangi penipuan dan kejahatan transnasional," tulis AGC.

Ketiga negara ini terlibat dalam penyelidikan 1MDB merupakan, skandal terbesar dalam sejarah di Malaysia yang melibatkan dana lebih dari US$10 milliar.
Pada September lalu, Singapura diperintahkan untuk mengembalikan uang sekitar $11,2 juta, sebagian kecil dari total duit yang disita negara itu terkait skandal 1MDB.

Pada 2016 lalu, Singapura menyita uang tunai dan properti senilai US$240 juta sebagai hasil dari investigasi terhadap aliran dana yang terkait 1MDB melalui negara tersebut.

Kantor Jaksa Agung Swiss mulai menyelidiki aliran dana mecurigakan yang berasal dari 1MDB pada Oktober 2015, setelah otoritas setempat memperhatikan kucuran kekayaan dari Timur Tengah.
Sementara itu, Kementerian Kehakiman AS juga terus melanjutkan penyelidikan terkait 1MDB.

AS mengajukan penyitaan untuk memulihkan aset senilai lebih dari US$1,7 miliar yang diduga disalahgunakan dari 1MDB.

Keseluruhan kasus ini pertama kali menjadi perhatian publik setelah pada 2015 Wall Street Journal melaporkan aliran dana sebesar US$700 juta dari 1MDB ke rekening pribadi mantan PM Malaysia, Najib Razak. (cin/has)