Luruskan Isu UFO, FBI Ungkap soal Penutupan Observatorium AS

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 21/09/2018 23:38 WIB
Luruskan Isu UFO, FBI Ungkap soal Penutupan Observatorium AS Pusat observatorium Nasional untuk mengamati bintik matahari di New Mexico, Amerika Serikat (Courtesy Sunspot Solar Observatory/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- FBI melakukan penutupan pusat pengamatan bintik hitam matahari (Sunspot Solar Observatory) di Amerika Serikat tanpa penjelasan selama 11 hari.

Akibat tak adanya penjelasan, insiden penutupan ini sempat menyebabkan beredarnya rumor di media sosial. Orang-orang mulai membuat teori konspirasi bahwa misteri penutupan itu terkait dengan temuan UFO, Kamis (20/9).

Untuk meluruskan rumor ini, FBI pun angkat bicara. Lewat sebuah dokumen, mereka mengungkap bahwa penutupan ini dilakukan terkait dengan penyelidikan kasus pornografi anak yang terjadi di New Mexico.

Diduga penjaga kebersihan di fasilitas itu menggunakan internet observatorium itu untuk mengirimkan dan menerima konten pornografi anak. Observatorium itu akhirnya resmi dibuka kembali, Senin (17/9).


Penutupan tiba-tiba

Pada 6 September lalu, observatorium ini ditutup tanpa alasan. Warga pun mulai membuat rumor bahwa penutupan itu terkait dengan keberadaan UFO yang dulu sempat dirumorkan nampak di kota Roswell. Kota ini berjarak 136,7 kilometer dari pusat penelitian tersebut.

Pada 1947, kota Roswell sempat diisukan adanya penampakan UFO. Namun, Angkatan Udara AS lantas mengonfirmasi bahwa penampakan itu adalah balon udara rahasia mereka.

Teori konspirasi mengenai keberadaan UFO yang disembunyikan pemerintah AS selalu menjadi perbincangan hangat (Twitter)
Namun, bagi orang-orang yang memiliki kepercayaan mengenai konspirasi UFO menyatakan bahwa sebenarnya ada piring terbang yang jatuh di Roswell. Militer lalu diam-diam memindahkan pesawat itu dan alien didalamnya dari lokasi kecelakaan. Benda luar angkasa ini lantas dibawa ke sebuah laboratorium di Nevada untuk diperiksa.

Namun, misteri penutupan Observatorium Matahari itu akhirnya terkuak dari catatan FBI. Catatan setebal 39 halaman itu membeberkan soal pencarian tempat tinggal tersangka pornografi anak. Laporan ini pun akhirnya memadamkan teori konspirasi yang muncul di media sosial.

Dilansir dari stasiun berita lokal KRQE, petugas FBI menemukan bahwa adanya seorang individu yang memanfaatkan layanan internet dari observatory Sunspot untuk mengunduh dan mendistribusikan pornografi anak.

Pernyataan FBI itu mengidentifikasi tersangka merupakan seorang petugas kebersihan di obervatorium itu. Laptopnya diketahui terhubung ke internet kantor.

Menurut surat pernyataan, pejabat observatorium memutuskan untuk menutup lokasi itu karena khawatir tersangka akan menimbulkan bahaya bagi karyawan lainnya.

Direktur Observatorium mengatakan bahwa ketika petugas kebersihan kehilangan laptopnya, dirinya tampak panik dan gelisah.

"Dirinya mulai mencari-cari laptop di fasilitas itu dan tergesa-gesa," kata dia.

FBI mengatakan bahwa petugas kebersihan tersebut belum ditangkap ataupun dituntut. Belum ada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan.

Frank Fisher, Juru bicara FBI di Albuquerque mengatakan kepada Reuters bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

Surat perintah yang dikeluarkan oleh seorang hakim di Las Cruces, New Mexico menunjukkan bahwa pada 14 September lalu, petugas menyita barang-barang di rumah pria itu seperti tiga ponsel, lima laptop, satu iPad, 89 flash disk, dan bahan lainnya

Timbulkan kepanikan

Sheriff lokal di Otero County, Benny House, telah berjuang untuk meminta rincian kepada FBI agar mendapat kepastian mengenai kasus ini. Namun, dirinya menyerah ketika petugas FBI tidak memberikan rincian apapun dan menganggap dirinya sebagai ancaman.

"Ada helikopter Blackhawk, sekelompok orang di sekitar antena dan petugas berada di menara, tetapi tidak ada yang memberi tahu kami apa pun," katanya saat itu.

"Saya memiliki tanggung jawab untuk melindungi warga saya," kata dia menambahkan.

Sebuah perusahaan keamanan swasta juga dipanggil untuk melakukan patroli di daerah itu. FBI berulang kali menolak untuk menjawab pertanyaan dari otoritas lokal atau wartawan. Spekulasi mengenai penutupan ini begitu meluas sehingga pihak observatorium merasa perlu mengatakan yang sebenarnya.
(cin/eks)