Calon Hakim MA Pilihan Trump Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 06:26 WIB
Calon Hakim MA Pilihan Trump Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual Brett Kavanaugh, calon hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat pilihan Presiden Donald Trump, membantah segala tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan padanya. (Reuters/Joshua Roberts/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Brett Kavanaugh, calon hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat pilihan Presiden Donald Trump, membantah segala tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan padanya.

"Kenyataannya adalah saya tidak pernah melecehkan siapapun secara seksual, di sekolah menengah atas ata apa pun," ujar Kavanaugh dalam wawancara dengan Fox News, sebagaimana dikutip Reuters, Senin (24/9).

Pernyataan ini dilontarkan setelah dua perempuan mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh Kavanaugh, salah satunya adalah seorang profesor psikologi di Universitas Palo Alto, Christine Blasey Ford.
Ford mengaku dilecehkan oleh Kavanaugh pada 1982, ketika keduanya masih bersekolah di Maryland. Kala itu, Kavanaugh masih berusia 17 tahun, sementara Ford dua tahun lebih muda.


Kavanaugh mengklaim bahwa saat itu Kavanaugh mencoba membuka bajunya ketika sedang mabuk di sebuah pesta.

Menanggapi tudingan ini, Kavanaugh berkata, "Saya tidak mempertanyakan apakah Dr. Ford pernah dilecehkan secara seksual oleh seseorang di suatu tempat, tapi yang saya tahu adalah saya tidak pernah melecehkan orang."

Kavanaugh bahkan mengaku tak pernah menghadiri pesta yang dirujuk oleh Ford. Ia juga menyebut bahwa semua orang yang disebut Ford hadir juga mengaku tak ingat ada pesta tersebut.

Belum reda isu Ford, seorang perempuan lainnya, Deborah Ramirez, mengaku pernah dilecehkan oleh Kavanaugh saat keduanya menjadi mahasiswa di Universitas Yale pada 1983-1984.
Dalam sebuah artikel di majalah New Yorker, Ramirez mengaku Kavanaugh mendekatinya saat mabuk di sebuah pesta di asrama.

Segala tudingan ini membuat nasib pertaruhan pencalonan Kavanaugh sebagai hakim MA AS terancam. Partai Republik pun menuding Partai Demokrat sengaja menyebar isu ini sebagai kampanye gelap.

Untuk mendalami tudingan ini, Ford dan Kavanaugh akan memberikan kesaksian di hadapan Senat AS pada Kamis (27/9) waktu setempat.

"Saya ingin proses yang adil di mana saya dapat mempertahankan integritas saya dan saya berkata jujur sekarang. Saya tahu rekam jejak hidup saya dan saya tak akan membiarkan tudingan salah menghalangi saya," kata Kavanaugh.
Menutup pernyataannya, Kavanaugh menegaskan bahwa ia "tidak pernah melakukan hubungan seksual atau apa pun yang mendekati hubungan seksual di sekolah menengah maupun tahun-tahun selanjutnya."

Sementara itu, menjelang sidang Ford mengirimkan surat kepada Ketua Komite Partai Republik, Chuck Grassley, berisi keluhan bahwa ia menerima ancaman kematian. Ford pun meminta agar sidang itu dapat berjalan adil.

"Saya memang takut, tapi tolong ketahui, ketakutan saya tidak akan menghalangi saya untuk memberikan keterangan, dan Anda akan mendapatkan jawaban semua pertanyaan Anda," tulis Ford.
Calon Hakim MA Pilihan Trump Bantah Tuduhan Pelecehan SeksualDemonstran menggelar aksi untuk menentang penunjukan Brett Kavanaugh sebagai hakim Mahkamah Agung. (Reuters/Brian Snyder)
Di luar, demonstran yang menentang penunjukan Kavanaugh menggelar unjuk rasa di Washington, New York, hingga Philadelphia. Puluhan orang ditahan di beberapa kantor Senat.

Namun, sekitar 200 orang tak gentar berunjuk rasa di depan gedung Mahkamah Agung di Washington sambil berteriak, "Saya percaya Christine Ford!" (has/has)