Erdogan Kritik Penggunaan Sanksi Ekonomi di Sidang PBB

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 26/09/2018 02:29 WIB
Erdogan Kritik Penggunaan Sanksi Ekonomi di Sidang PBB Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sidang umum PBB. (Foto: REUTERS/Shannon Stapleton)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan tajam mengkritik penggunaan sanksi ekonomi "sebagai senjata" dalam pidatonya dalam sidang umum PBB, Selasa (25/9) di New York, Amerika Serikat.

"Tak satu pun dari kita dapat tetap diam terhadap pembatalan perjanjian komersial semena-mena, penyebaran prevalensi proteksionisme dan penggunaan sanksi ekonomi sebagai senjata," kata Erdogan kepada Majelis Umum PBB.

Hubungan antara Washington dan Ankara mencapai titik terendah pada bulan Agustus ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif baru yang menurun drastis untuk baja dan aluminium Turki sebagai tanggapan atas penahanan seorang pendeta Amerika di Turki.
Lira Turki telah terpukul di pasar mata uang, memicu kekhawatiran di Turki dari krisis ekonomi besar-besaran.


"Tidak ada yang ingin dunia mengalami perpecahan ekonomi baru," kata Erdogan.

Dia tidak menuduh Amerika Serikat secara langsung tetapi menunjuk ke negara-negara yang terus berusaha menciptakan kekacauan.

"Sangat mudah menciptakan kekacauan tetapi sulit untuk menegakkan kembali ketertiban, dan hari ini beberapa negara terus berusaha menciptakan kekacauan."

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dia berharap Turki akan membebaskan pendeta Amerika, Andrew Brunson, yang telah ditahan selama hampir dua tahun atas tuduhan teror. Pompeo berharap pendeta tersebut dapat dibebaskan pada bulan ini. (age/age)