Trump Sebut AS-Korut Akan Perang Jika Dia Tak Jadi Presiden

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/09/2018 17:56 WIB
Trump Sebut AS-Korut Akan Perang Jika Dia Tak Jadi Presiden Pertemuan Pimpinan Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump (CNN/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan terlibat perang dengan Korea Utara jika dia tak menang dalam pemilihan umum 2016 lalu.

Menurut Trump, perannya cukup berpengaruh dalam membawa Washington dan Pyongyang semakin dekat pada perdamaian.

"Jika saya tidak terpilih (sebagai presiden), kita semua akan terlibat perang," kata Trump di sela-sela rangkaian sidang Majelis Umum (PBB) di New York, Rabu (26/9).


"Kami (AS-Korut) memiliki hubungan yang sangat baik. Dia (Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un) menyukai saya, saya juga menyukainya."

Trump memang menjadi satu-satunya presiden AS yang berhasil bertemu dengan pemimpin Korut. Trump dan Kim Jong-u bertemu untuk pertama kalinya pada 12 Juni lalu di Singapura.

Pertemuan puncak keduanya terjadi berkat terobosan pendekatan yang dilakukan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in yang berperan sebagai jembatan antara AS-Korut.

Sejak pertemuan Trump-Kim Jong-un berlangsung, ketegangan kedua negara semakin mereda. Korut tak lagi menguji coba rudal dan nuklirnya.

Trump dan Kim Jong-un juga disebut sepakat melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea dalam pertemuan mereka di Pulau Sentosa.

Meski sejumlah pihak mengkritik hasil pertemuannya dengan Kim Jong-un yang tak membuahkan hasil signifikan, Trump percaya Korut mau berkomitmen soal denuklirisasi.

Trump juga mengutus Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk kembali berkunjung ke Pyongyang bulan depan.

"Saya sangat meyakini bahwa dia (Kim Jong-un) ingin menyelesaikan ini semua. Dia mau sebuah kesepakatan, begitu juga saya," ujar Trump seperti dikutip AFP.

Meski begitu, Trump lagi-lagi menolak memberikan kerangka waktu yang jelas soal proses denuklirisasi yang dilakukan Korut.

"Saya tidak mau terpaku pada permainan kerangka waktu. Kalian tahu kenapa? Saya beri tahu: 'Mike, jangan terjebak dengan permainan waktu.' karena kita sudah menghentikannya (Kim Jong-un)," tutur Trump.

"Mereka (Korut) sedang menutup reaktor nuklir, mereka juga melucuti banyak situs-situs uji coba lainnya."

Dalam kesempatan itu, Trump bahkan meyakini bahwa Korut akan lebih banyak melucuti situs-situs senjatanya.

"Kalian akan mendengar kabar itu segera. Saya tidak mau mendahului, kalian akan mendengarnya dalam waktu dekat." (rds/eks)