JK Bahas Teror Surabaya di Sidang Majelis Umum PBB

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 28/09/2018 10:55 WIB
JK Bahas Teror Surabaya di Sidang Majelis Umum PBB Wapres Jusuf Kalla membahas teror yang terjadi di Surabaya pada Mei lalu dalam sesi debat sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis (27/9). (Dok. Biro Setwapres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, membahas teror yang terjadi di Surabaya pada Mei lalu dalam sesi debat sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Kamis (27/9).

Di hadapan 192 pemimpin negara seluruh dunia, JK mengatakan bahwa kasus teror yang melibatkan anak-anak itu menunjukkan bahwa tindak kekerasan saat ini sudah berevolusi hingga tak lagi mengenal batas usia.

"Para pelaku teror yang menggunakan anak-anak sebagai senjata itu tidak akan pernah dibenarkan," ucapnya.
Berkaca dari peristiwa tersebut, JK menekankan bahwa lingkungan yang kondusif untuk mewujudkan perdamaian sangat penting. Dengan demikian, akan tercipta masyarakat yang adil, inklusif, demokratis, dan menghormati hak asasi manusia.


"Masyarakat yang adil, toleran, dan moderat juga merupakan kunci dalam menghadapi tantangan besar ekstremisme dan radikalisme yang keras," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, JK juga membahas komitmen dan tanggung jawab PBB untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina. Ia mempertanyakan komitmen PBB untuk mewujudkan perdamaian jika tak dapat menyelesaikan konflik tersebut.
JK juga menyoroti ancaman terdekat terhadap status quo Yerusalem dan jutaan pengungsi Palestina yang dipertaruhkan. Menurutnya, situasi kemanusiaan saat ini semakin membahayakan proses perdamaian, khususnya di Palestina.

"Tidak hanya membahayakan proses perdamaian, namun juga menghancurkan harapan rakyat Palestina dan harapan kita semua untuk negara Palestina merdeka," katanya.

JK pun mendesak PBB segera melakukan negosiasi untuk mewujudkan perdamaian di antara kedua negara. Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus mendukung Palestina.

"Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina, sampai hari Palestina benar-benar merdeka," ucapnya.
Menurut JK, komitmen untuk mewujudkan perdamaian itu sejatinya tak semata-mata dimaknai tidak ada perang. Pasalnya, dunia saat ini menghadapi tantangan global yang lebih kompleks, seperti kemiskinan hingga pemikiran zero-sum dan nasionalisme sempit.

Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuhkan rasa tanggung jawab untuk menentukan hasil perdamaian yang abadi. Upaya ini merupakan cara efektif untuk menjaga stabilitas dan mencegah konflik yang berkelanjutan.

"Kita harus mulai mengejar kebahagiaan kita. Tapi tentu ini harus dimulai dengan kepemimpinan sejati," tuturnya.

JK menilai, kebanyakan orang selama ini masih sering keliru beranggapan bahwa kepemimpinan hanya mengacu pada mereka yang memiliki kekuatan besar seperti superhero.

"Kita di ruangan ini adalah para pemimpin global, secara kolektif kita memiliki kekuatan superhero," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Di sela pidato ini, JK juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan negara-negara lain sehingga Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan keyakinan negara-negara sahabat, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk menjadi mitra sejati dalam perdamaian," katanya. (pris/has)