Tersangka Kasus Racun Skripal Diduga Dokter Intelijen Rusia

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 05:57 WIB
Tersangka Kasus Racun Skripal Diduga Dokter Intelijen Rusia Kepolisian Inggris menolak membeberkan identitas asli dua tersangka kasus peracunan eks agen ganda Rusia, Sergei Skripal. (Metroplitan Police handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Identitas salah satu tersangka kasus peracunan eks agen ganda Sergei Skripal di Inggris terungkap, yaitu Alexander Yevgenyevich Mishkin, seorang dokter intelijen militer Rusia (GRU).

Situs investigasi Bellingcat melaporkan bahwa Mishkin adalah tersangka kedua yang diadili Inggris dengan nama alias Alexander Petrov.
Lahir pada Juli 1979, Mishkin besar di Desa Loyga, distrik Archangelsk di utara Rusia. Berdasarkan penelusuran data Bellingcat, alamat resmi Mishkin di Moskow sama dengan markas GRU.

"Proses identifikasi Bellingcat termasuk beberapa sumber terbuka, keterangan dari orang-orang yang kenal tersangka, juga salinan dokumen pribadi, termasuk salinan paspornya," tulis Bellingcat sebagaimana dikutip Reuters, Senin (8/10).


Meski demikian, kepolisian London menyatakan bahwa mereka tak mau memberikan komentar atas spekulasi identitas asli kedua tersangka kasus tersebut.
Petrov sendiri diadili bersama seorang rekannya, Ruslan Boshirov, atas atas kasus percobaan pembunuhan terhadap eks agen ganda Rusia, Sergei Skripal, dan anaknya, Yulia, menggunakan senjata kimia Novichok.

Bulan lalu, Bellingcat melaporkan bahwa nama asli Boshirov adalah Anatoliy Chepiga, seorang kolonel di GRU.

Selama ini, Inggris menuding Rusia sebagai dalang di balik percobaan pembunuhan ini. Namun, Rusia selalu membantah tudingan tersebut dengan dasar keterangan para tersangka bahwa mereka adalah turis yang sedang berlibur di Salisbury. (has/has)