Kim Jong Un Undang Paus Francis Kunjungi Pyongyang

Tim , CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 19:33 WIB
Kim Jong Un Undang Paus Francis Kunjungi Pyongyang Kim Jong Un hendak mengundang Paus Francis ke negaranya untuk menyaksikan resolusi damai dengan Korea Selatan (REUTERS/Alessandro Bianchi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un telah mengundang Paus Francis di Vatikan untuk mengunjungi Pyongyang untuk ikut mengamati upaya perdamaian di semenanjung Korea. Hal ini disampaikan oleh kantor kepresidenan Korea Selatan.

Korea Utara dan Vatikan tidak memiliki hubungan diplomatik yang formal. Juru bicara Gedung Biru, Kim Eui-kyeom mengatakan bahwa Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, akan menyampaikan undangan Kim ketika dia bertemu Francis selama perjalanan ke Eropa pada pekan depan.

"Presiden Moon akan mengunjungi Vatikan pada 17 dan 18 Oktober mendatang untuk menegaskan kembali dukungannya bagi perdamaian dan stabilitasi semenanjung Korea," kata dia.



"Terutama ketika dia bertemu dengan Paus Fransiskus, dia akan menyampaikan pesan Ketua Kim bahwa dia akan sangat menyambutnya jika dia mengunjungi Pyongyang," kata dia menambahkan.

Kim mengatakan kepada Moon terkait keinginannya untuk bertemu Paus selama pertemuan KTT kedua negara itu. Paus mengatakan dirinya ingin mengunjungi Jepang pada tahun depan.

Konstitusi Korea Utara menjamin kebebasan beragam selama tidak melemahkan negara, tetapi dari banyak tempat ibadah yang dikendalikan negara, tidak ada kegiatan keagamaan terbuka yang diizinkan.

Presiden Moon dijadwalkan mengadakan tur Eropa pada 13 hingga 21 Oktober mendatang, terutama untuk menghadiri Pertemuan Asia-Eropa di Belgia. Moon akan mengunjungi Perancis, Italia, dan Denmark.

Sebelumnya, kedua Korea sudah mengadakan tiga pertemuan puncak dalam tahun ini.

Ini adalah pertama kalinya pemimpin Korea Utara memberikan undangan ke Paus sejak 2000. Sebelumnya, Kim Jong Il yang sempat melayangkan undangan itu, namun tidak pernah terwujud. Rencana kunjungan Paus Francis merupakan inisiatif diplomatik terbaru Korea pada tahun ini.

Kim mengadakan pertemuan puncak dengan presiden AS, Donald Trump di Singapura pada Juni lalu dan berjanji untuk bekerja sama menuju denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Sebelumnya, para pemimpin secara teratur memberikan ancaman dan penghinaan ketika Korea Utara mengembangkan sebuah rudal nuklir yang mampu menghantam AS. (cin/eks)