Mantan Wakil Najib Razak Kembali Diperiksa KPK Malaysia

Tim , CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 19:11 WIB
Mantan Wakil Najib Razak Kembali Diperiksa KPK Malaysia Ilustrasi (Reuters/Bazuki Muhammad/Files)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi kembali dipanggil Komisi Anti-Korupsi (MACC) pada Rabu (10/10) besok.

Pemeriksaan Ahmad Zahid, Presiden Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), itu dijadwalkan berlangsung di Putrajaya sekitar pukul 10.00 waktu Kuala Lumpur.

MACC tak menjelaskan pemeriksaan Ahmad Zahid besok terkait kasus apa. Namun, sejumlah pejabat UMNO membenarkan bahwa Ahmad Zahid telah menerima surat pemeriksaan MACC.


Dikutip The Strait Times, Selasa (9/10), pemeriksaan ini merupakan yang ketiga kali bagi Ahmad Zahid. Sebelumnya, mantan wakil PM era Najib Razak itu telah diperiksa MACC pada 2 dan 3 Juli lalu.

Dalam kedua pemeriksaan itu, Ahmad Zahid dimintai keterangan MACC soal dugaan penyalahgunaan dana yayasan pribadi yang dimiliki keluarganya.

MACC tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana 800 ribu ringgit Malaysia atau setara Rp2,8 miliar milik yayasan keluarga Ahmad Zahid. Uang miliaran rupiah itu diduga dipakai untuk membayar tagihan kartu kredit dia dan sang istri.

Sejumlah kabar beredar Presiden Pemantau Malaysia Baru sekaligus anggota Dewa Tertinggi UMNO, Lokman Noor Adam, juga akan datang ke kantor MACC besok sebagai bentuk dukungan terhadap Ahmad Zahid.

Kemarin, Ahmad Zahid telah mendesak para pendukungnya untuk tidak mengadakan demonstrasi terkait pemeriksaannya besok.

Dia berjanji siap bersikap koperatif selama pemeriksaan MACC berlangsung.

"Sebagai permintaan pribadi, saya harap tidak ada demonstrasi atau protes yang diadakan pada hari Rabu di depan markas MACC. Saya akan memberikan kesaksian kepada MACC," kata Ahmad Zahid melalui Twitternya.

Pemeriksaan Amad Zahid pada Juli lalu dilakuan bersamaan dengan penyelidikan skandal korupsi dana lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menjerat Najib Razak.

UMNO, partai yang pernah dipimpin Najib, diduga ikut terlibat dalam penyelewangan dana jutaan dolar tersebut. (rds/eks)