Protes di Hari Ultah Putin, Tiga Warga Rusia Ditahan

Tim , CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 01:10 WIB
Protes di Hari Ultah Putin, Tiga Warga Rusia Ditahan Vladimir Putin (Mikhail Metzel/TASS Host Photo Agency/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengadilan Kota Dzerzhinsky, Rusia, menahan tiga warganya selama 15 hari. Tiga warga ini ditahan setelah mereka melakukan aksi protes dengan poster yang bertuliskan ucapan-ucapan buruk di hari ulang tahun Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (8/10).

Salah satunya isi poster itu berharap, "semoga Anda panjang umur berada di penjara". Ketiga warga itu bernama Andrei Graf, Ivan Rubstob, dan Vladislav Ivancho. Ketiga pria itu dikabarkan terlibat gerakan yang Vesna atau Musim Semi.

Mereka turun ke jalanan Kota Saint Petersburg sambil membawa spanduk dengan tulisan harapan buruk itu. Namun, melalui pernyataannya di jejaring sosial VK, Vesna mengatakan Graf dan Rubstov tidak ikut berdemonstrasi.


Kedua pria itu disebut hanya penonton yang menyaksikan protes dari trotoar jalanan St. Petersburg. Meski begitu, Vesna tetap mengecam penangkapan ketiga warga tersebut.

Kelompok itu melancarkan protes karena menganggap Putin telah menyebabkan banyak aktivis dan wartawan tewas. Mereka tewas di tangan otoritas Rusia lantaran mengkritik pemerintahan Putin.

Dalam pernyataannya itu, Vesna juga mengungkit kasus Anna Politkovskaya, seorang wartawan yang tewas terbunuh pada 2006 lalu. Hingga kini perkara tewasnya Politkovskaya masih belum jelas.

"Dengan tingakan (penahanan) ini kami ingin mengingatkan sudah berapa banyak orang yang telah terbunuh dan ditindas selama 18 tahun kepemimpinan Vladimir Putin," bunyi pernyataan Vesna seperti dikutip AFP, Selasa (9/10).

Tak hanya di St. Petersburg, sejumlah protes juga berlangsung di beberapa kota lainnya selama akhir pekan kemarin untuk "merayakan" ulang tahun Putin ke-66.

Di Kazan, sejumlah aktivis turut menggantung spanduk di sebuah jembatan bertuliskan "Selamat Ulang Tahun, Pembohong dan Pencuri." (rds/eks)