Ilmuwan China Diselidiki AS Atas Dugaan Mata-mata

Tim , CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 19:00 WIB
Ilmuwan China Diselidiki AS Atas Dugaan Mata-mata Ilustrasi (REUTERS/Jason Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang ilmuwan China yang tengah diselidiki atas dugaan mata-mata di Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, ia juga sudah dituntut akibat kepemilikan pornografi anak.

Keeping Xie, 55, seorang peneliti di Universitas Texas di Houston disebut akan diselidiki oleh para pejabat intelijen AS karena dugaan mata-mata atas nama China.

NBC News mengutip seorang pejabat FBI yang mengatakan bahwa Xie diduga berbagi penelitian kanker dengan Beijing, meskipun seorang juru bicara Biro menolak untuk mengkonfirmasi penyelidikan yang sedang berlangsung.


Pada Januari lalu, dirinya diselidiki oleh polisi Federal atas dugaan kecurangan, namun selama pencarian berlangsung petugas menemukan pornografi di komputernya.

Xie mengundurkan diri sebagai profesor gastroenterology di universitas MD Anderson Cancer Center sebelum kasus pornografi anak. Dirinya sedang diselamatkan dan menunggu persidangan.

Pengacaranya mengatakan kepada NBC bahwa Xie membantah tuduhan terhadapnya dan tidak mengetahui penyelidikan spionase yang dilaporkan.

Menurut laporan media China, Xie juga dipekerjakan sebagai spesialis kanker di rumah sakit Shanghai Oriental yang berafiliasi dengan Universitas Tongji.

Berbagai unit intelijen AS telah menuduh Beijing menggunakan skema perekrutan yang dipimpin pemerintah. Diduga skema ini telah menarik ribuan akademisi dan pekerja China di luar negeri untuk menyalurkan teknologi AS dan kekayaan intelektual kembali ke China sejak didirikan pada 2008

Hal ini telah ditandai dengan sejumlah laporan pemerintah AS sebagai ancaman terhadap ekonomi dan keamanan AS karena adanya kekhawatira atas spionase ekonomi china yang telah meningkat karena perang dagang.

Berita mengenai investigasi yang dilaporkan Xie dan profil ilmuwan juga telah dihapus dari situs web Universitas Texas dan program "Thousand Talents", tetapi masih tersedia di situs Shanghai Oriental Hospital.

Xie lahir di kota Yixing, China Timur telah menyelesaikan studinya di Universitas Texas.

Dirinya menjabat sebagai ketua Houston Chinese Civic Center antara 2012 dan 2014.

Universitas Texas dan pusat sipil di Houston tidak berkomentar, sementara rumah sakit Shanghai Oriental mengatakan tidak akan mengomentari masalah online yang membahas kasus itu, demikian diberitakan South China Morning Post. (cin/eks)