Saudi Disebut Sadap Perbincangan Khashoggi dengan Pembangkang

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 09:50 WIB
Saudi Disebut Sadap Perbincangan Khashoggi dengan Pembangkang Ilustrasi. (Buechewurm_65/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pembangkang Arab Saudi yang mengasing di Quebec meyakini pemerintahan Riyadh menyadap perbincagan teleponnya dengan Jamal Khashoggi sebelum jurnalis itu hilang di Turki.

"Tentu saja mereka mendengarkan perbincangan antara saya dan Jamal dan aktivitas lainnya di Kanada, Amerika Serikat, Turki, dan Arab Saudi, kata Omar Abdulaziz dalam wawancara dengan CBC, sebagaimana dikutip AFP, Senin (15/10).

Abdulaziz mengaku sedang mengerjakan sejumlah proyek dengan Khashoggi dalam beberapa bulan belakangan, termasuk kampanye untuk melawan propaganda pro-pemerintahan Saudi di jejaring sosial.


"[Khashoggi] berjanji akan mensponsori proyek itu dan saya rasa mereka [Saudi] dapat mendengarkan perbincangan itu. Suaranya menybabkan pemerintah Saudi sakit kepala," ucapnya.
Sebagai jurnalis Washington Post yang kerap mengkritik Riyadh, Khashoggi menarik perhatian publik setelah hilang di kantor konsulat Saudi di Istanbul dua pekan lalu.

Saat itu, Khashoggi datang ke kantor konsulat untuk mengurus sejumlah dokumen demi kelancaran pernikahannya dengan tunangannya yang merupakan warga Turki, Hatice Cengiz.

Cengiz tak ikut masuk dan memilih untuk menunggu di luar. Namun, calon suaminya tak kunjung keluar dari gedung itu.
Turki meyakini Khashoggi dibunuh di dalam konsulat. Saudi menampik tudingan tersebut dan menegaskan bahwa Khashoggi sudah keluar dari gedung konsulat.

Presiden Donald Trump pun meminta penjelasan dari pemerintah Saudi mengenai keberadaan Khashoggi.

Ia bahkan mengancam akan menjatuhkan "sejumlah hukuman" bagi Saudi jika wartawan itu memang benar dibunuh. Saudi lantas mengancam akan membalas jika AS benar-benar menjatuhkan sanksi. (has/has)