Palestina Tuduh Israel Alihkan Isu Wilayah Jadi Konflik Agama

Tim , CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 20:30 WIB
Palestina Tuduh Israel Alihkan Isu Wilayah Jadi Konflik Agama Ilustrasi (AFP PHOTO / THOMAS COEX)
Jakarta, CNN Indonesia -- Palestina menuding Israel berupaya menyeret konflik politik keduanya yang telah terjadi selama puluhan tahun menjadi konflik agama.

Hal itu, menurut Menteri Luar Negeri Palestina Riad Al Malki, didasari dari langkah Israel yang terus berupaya mengubah status quo Masjid Al Aqsa di Yerusalem dengan membatasi warganya yang ingin beribadah di tempat suci umat Islam itu.

"Israel mencoba mengubah status quo Al-Aqsa dengan mengizinkan warganya mengunjungi kompleks suci bagi umat Muslim tersebut. Mereka juga memutuskan memberlakukan waktu khusus beribadah bagi warga Muslim dan Yahudi," kata Riad saat mengisi kuliah umum di Sekolah Kajian Strategis dan Global Universitas Indonesia, Jakarta, Senin (15/10).


"Apa artinya? Ini berarti konflik Palestina yang telah berlangsung bertahun-tahun bergeser dari semula konflik politik menjadi konflik agama. Israel ingin mengubah konflik ini menjadi konflik agama."

Pembatasan akses beribadah ke Al Aqsa diberlakukan Israel sekitar pertengahan 2017 lalu. Pengetatan keamanan itu dilakukan Tel Aviv menyusul bentrokan yang menyebabkan dua tentara Israel tewas tertembak pada 14 Juli 2017.

Otoritas Israel sempat memasang detektor logam dan membatasi akses masuk bagi warga Muslim ke salah satu masjid tersuci itu akibat insiden tersebut.

Riad mengatakan pembatasan beribadah masih berlaku hingga saat ini, di mana Israel membagi waktu-waktu tertentu untuk umat Muslim dan umat Yahudi beribadah di kompleks Al Aqsa secara terpisah.

Menurut Riad, Israel melarang kaum Muslim memasuki Al-Aqsa seteiap hari sejak pukul 07.00-11.00 pagi waktu lokal dan pukul 13.00-13.30. Sebagai gantinya, Israel memperbolehkan umat Yahudi dan warganya memasuki Al-Aqsa pada jam-jam tersebut.

"Ini artinya, konflik bukan lagi semata-mata terkait Palestina dan Israel saja, tapi ini juga konflik di antara Yahudi dan Muslim, termasuk Anda semua, Muslim di Indonesia," kata Riad.

"Jika konflik ini sudah berubah jadi konflik agama, semua orang terlibat dalam konflik ini. Israel menginginkannya, mereka ingin kalian semua ikut menjadi bagian dalam konflik ini. Ini tantangan bagi seluruh umat Muslim di dunia termasuk Indonesia." (rds/eks)