Trump Sebut Jurnalis Saudi yang Hilang Kemungkinan Tewas

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 19/10/2018 06:25 WIB
Trump Sebut Jurnalis Saudi yang Hilang Kemungkinan Tewas Donald Trump mengatakan bahwa Jamal Khashoggi, wartawan pengkritik Raja Salman, kemungkinan tewas setelah menghilang sejak masuk konsulat Arab Saudi di Turki. (Reuters/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa Jamal Khashoggi, wartawan Washington Post pengkritik rezim Raja Salman, kemungkinan tewas setelah menghilang sejak masuk konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

"Sepertinya begitu menurut saya. Sangat menyedihkan," ujar Trump ketika ditanya mengenai kemungkinan Khashoggi tewas pada Kamis (18/10).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai respons terhadap Saudi yang diduga kuat sebagai dalang di balik kasus Khashoggi, Trump menjawab, "Itu sangat berat. Ini adalah hal yang sangat sangat buruk."
Pernyataan ini dianggap sebagai simbol perubahan sikap pertama Trump terhadap Saudi terkait kasus Khashoggi.


Sebelumnya, Trump dinilai terlalu lembek terhadap Saudi meski sejumlah bukti yang ditemukan kepolisian Turki mengindikasikan Khashoggi tewas saat diinterogasi di dalam konsulat.

Beberapa jam sebelum Trump melontarkan pernyataan ini, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, merampungkan kunjungannya ke Saudi dan Turki dalam rangka mengusut kasus Khashoggi.
Pompeo mengatakan bahwa AS memerlukan waktu beberapa hari lagi untuk menyelesaikan penyelidikan kasus ini.

Setelah itu, kata Pompeo, "kami akan memutuskan bagaimana atau haruskah AS merespons."

Meski Trump membuka kemungkinan Khashoggi tewas, belum ada pernyataan resmi, baik itu dari AS maupun Turki, yang menyatakan jurnalis itu sudah tiada.

Namun, sejumlah media Turki sudah membeberkan detail hasil penyelidikan aparat yang menggeledah gedung konsulat.

[Gambas:Video CNN]

Media pro-pemerintah Turki, Yeni Safak, bahkan melaporkan rekaman suara ketika Khashoggi diinterogasi oleh Konsul Jenderal Saudi di Istanbul, Mohammed al-Otaibi.

Pada salah satu rekaman, Khashoggi terdengar seperti sedang disiksa, jarinya dipotong kemudian kepalanya dipenggal.

Di satu rekaman lainnya, terdengar seseorang tak dikenal berkata kepada Otaibi, "Jika Anda ingin hidup ketika kembali ke Arab Saudi, diamlah!"

Lebih jauh, kepolisian dilaporkan sudah mengidentifikasi lima tersangka kasus Khashoggi, salah satunya memiliki hubungan dekat dengan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman. (has/has)