Media Sebut Penembakan Siswa di Rusia Mirip Kasus di AS

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 23:30 WIB
Media Sebut Penembakan Siswa di Rusia Mirip Kasus di AS Lokasi penembakan di Krimea, Rusia. (REUTERS/Pavel Rebrov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Surat kabar nasional di Rusia, Kommersant, membuat perbandingan kasus penembakan siswa di Krimea yang dilakukan oleh Vladislav Roslyakov serupa dengan kasus penembakan di SMU Columbine di Amerika Serikat (AS). Dalam kasus penembakan yang dilakukan pada 1999 itu, 13 orang tewas.

"Pria bersenjata itu bergerak dari satu ruangan ke ruangan lain. Mereka mirip seperti seorang pasukan pejuang yang berpengalaman sebelum menembak orang," tulis Kommersant seperti dikutip AFP.

Dari berbagai foto pembunuh yang beredar di internet, surat kabar itu menduga bahwa Roslyakov mengenakan baju yang mirip dengan Eric Harris, pelaku penembakan di Columbine.


Kasus ini disebut sebagai penembakan dan kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Rusia.

Sementara itu Pemimpin Krimea, Sergei Aksyonov mengatakan kepada wartawan dan seluruh keluarga bahwa dirinya telah melihat tubuh pembunuh dan berspekulasi bahwa Roslyakov bertindak sendiri.

"Apa yang mendorong orang ini untuk melakukannya, saya tidak tahu," katanya sambil menambahkan bahwa para guru tidak melihat gerak-gerik mencurigakan oleh siswa itu.

Dirinya juga mengkonfirmasi bahwa remaja itu telah memperoleh lisensi senjata secara legal dan menjanjikan adanya penyelidikan yang transparan.

Seorang wartawan AFP melihat kampus politeknik itu ditutup dan dikawal ketat oleh pasukan garda nasional, tentara, dan polisi.

Terlihat juga warga setempat membawa bunga, lilin, dan mainan ke tempat kejadian.

"Kami semua kehilangan orang-orang dekat kami, anak-anak Kerch. Kami perlu mengetahui kebenarannya sekarang," kata Sergei Ivanov yang tinggal di wilayah itu kepada AFP.

Dilansir dari kantor berita RIA Novosti, pasukan keamanan sudah memasuki rumah keluarga Roslyakov setelah melakukan pembunuhan.

Mereka mencatat bahwa tidak ada layanan psikologi yang berkualitas dengan baik di berbagai sekolah-sekolah Rusia ataupun sistem dukungan untuk keluarga.

Presiden Rusia, Vladimir Putin menjelaskan bahwa pembunuhan itu merupakan peristiwa tragis.

Pada Januari lalu, seorang siswa sekolah menyerang seorang guru dan teman-temannya dengan kapak di Siberia dan mencoba membakar gedung sekolah.

Pada bulan April, seorang siswa lain menikam seorang guru dan seorang siswa di Pegunungan Ural dan membakar sebuah ruang kelas. (cin/eks)