Presiden Taiwan Kunjungi Keluarga Korban Kecelakaan Kereta

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 13:25 WIB
Presiden Taiwan Kunjungi Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, mengunjungi keluarga korban yang tewas dalam kecelakaan kereta api di Yilan pada Minggu (21/10). (Reuters/Yimou Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, memberikan dukungan langsung ketika berkunjung ke rumah sakit dan bertemu dengan keluarga korban yang tewas dalam kecelakaan kereta api di Yilan pada Minggu (21/10).

"Kami benar-benar minta maaf. Anda harus tetap kuat," kata Tsai kepada Chen Yu-Chan, yang anak perempuannya tewas dalam insiden tersebut.

"Kami akan melakukan semua yang kami bisa," katanya kepada orang lain yang sedang menangis.
Insiden ini disebut-sebut sebagai kecelakaan kereta terparah di Taiwan sejak tiga dekade lalu. Kecelakaan itu mengakibatkan empat gerbong terbalik dan delapan gerbong lain yang berisi 366 penumpang tergelincir di tikungan rel.


Selain mengunjungi keluarga korban, Tsai juga berdoa di depan altar bersama dengan biksu Buddha di rumah sakit.

Sementara itu, otoritas kesehatan meminta warga menyumbangkan darah merekauntuk membantu pengobatan korban terluka.

Aparat belum mengetahui penyebab kecelakaan ini, tapi mereka sudah membuka kembali layanan kereta pada Senin (22/10).

Evakuasi korban

Sementara itu, ratusan personel militer dan tim penyelamat bekerja sama mencari korban yang mungkin masih bertahan hidup di dalam puing kereta.

Beberapa pekerja memberikan pertolongan pertama kepada orang yang terluka, sementara pekerja lain menggunakan alat berat untuk mengangkat mobil yang hancur di dekat rel kereta.

"Kereta itu berjalan dengan sangat cepat. Saya berpikir mengapa tidak melambat di tikungan?" kata Henry Tseng yang menderita luka ringan di mata.

"Saya menabrak dinding ketika gerbong mulai berputar. Sekitar lima hingga enam orang terlempar keluar dari pintu kereta. Tidak ada waktu untuk memikirkan apa yang terjadi, semua orang buru-buru keluar,."
Tung Xiao-ling, menangis saat mengatakan kepada Reuters bahwa ia kehilangan delapan dari 17 anggota keluarganya dalam insiden ini. Mereka menumpang kereta tersebut setelah menghadiri pernikahan saudara perempuannya.

"Tidak ada yang bisa menerima bahwa suatu hari Anda adalah pengantin dan keesokan harinya Anda berduka cita atas anggota keluarga Anda," kata dia.

"Saya berharap mereka mencari tahu apa yang terjadi secepat mungkin. Kami mempercayai keamanan kereta itu." (cin/has)