Menpora Malaysia Balas Eks Wakil Najib Soal Gempa Palu-LGBT

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 12:55 WIB
Menpora Malaysia Balas Eks Wakil Najib Soal Gempa Palu-LGBT Menpora Malaysia, Syed Saddiq, membalas komentar mantan Wakil PM era Najib Razak yang mengatakan gempa Sulteng adalah hukuman dari Tuhan karena kegiatan LGBT. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq, membalas komentar Zahid Hamidi, mantan Wakil Perdana Menteri era Najib Razak, yang mengatakan bahwa gempa Sulawesi Tengah adalah hukuman dari Tuhan karena kegiatan LGBT di daerah tersebut.

Melalui akun Twitter pribadinya, Syed membalas tautan berita dari salah satu media Malaysia mengenai pernyataan yang disampaikan Zahid tersebut.

"Kalau menerima suap dan bersekongkol dengan mereka yang mencuri duit rakyat bagaimana? Tuhan murka tidak?" tulis Syed.




Syed kemudian mengakui bahwa di Kementerian Pemuda dan Olahraga (KBS) saja sudah ada 12 orang yang ditahan oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia.

Ia juga mengungkit bahwa di dalam partai pimpinan Zahid, UMNO, banyak kader terseret kasus korupsi.

Zahid sendiri baru saja dijatuhi 45 dakwaan terkait kasus korupsi yang melibatkan uang hingga 11 juta ringgit atau setara Rp416,5 miliar.
Ia melontarkan komentar mengenai gempa Palu ini ketika berbicara di hadapan parlemen sebagai pemimpin oposisi.

Dalam pidato tersebut, Zahid ingin memperingatkan Malaysia mengenai pengaruh komunitas gay yang kini makin berkembang di negaranya.

"Di Palu, di mana ada gempa dan tsunami yang terjadi baru-baru ini, dilaporkan ada lebih dari 1.000 orang terlibat dalam kegiatan (LGBT). Akibatnya, seluruh daerah hancur. Ini hukuman dari Allah," katanya.
Hadir dalam pertemuan parlemen tersebut, Menteri urusan Pembangunan Perempuan, Keluarga, dan Masyarakat, Hannah Yeoh, mengatakan bahwa korupsi yang sebenarnya menjadi "penyakit sosial dan aktivitas amoral di Malaysia."

"Dari semua isu mendesak yang bisa diangkat, pemimpin oposisi @Zahid_Hamidi memilih ini," kicau Hannah.



Pernyataan Zahid ini sendiri merupakan serangan terbaru dari pejabat Malaysia terhadap kaum LGBT di Malaysia.

Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa pejabat termasuk Perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohammad, menyerukan penolakan terhadap kaum gay.

Mahathir mengatakan bahwa ada beberapa hal yang memang tidak bisa diterima oleh masyarakat Malaysia, termasuk kehadiran LGBT.

Namun, Mahathir mengatakan bahwa hukum cambuk yang dijatuhkan pada pasangan lesbian beberapa waktu lalu sebenarnya tak sesuai dengan nilai-nilai Islam. (has/has)