Saudi Sebut Pembunuhan Khashoggi Terencana

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 25/10/2018 19:17 WIB
Saudi Sebut Pembunuhan Khashoggi Terencana Ilustrasi protes kasus Jamal Khashoggi. (Jim Watson/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyelidik publik Arab Saudi menyatakan bahwa pembunuhan jurnalis pengkritik kerajaan, Jamal Khashoggi, di Istanbul, Turki sudah terencana.

"Informasi dari otoritas Turki mengindikasikan bahwa tindakan para pelaku dalam kasus Khashoggi sudah terencana," demikian pernyataan penyelidik publik Saudi yang dilansir Badan Pers Saudi (SPA), sebagaimana dikutip AFP.

"Penyelidik publik terus melakukan penyelidikan dengan tersangka untuk merampungkan peradilan."
Pernyataan ini dirilis di tengah kecurigaan aparat Turki yang menduga pemerintahan Saudi, terutama Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), adalah dalang di balik pembunuhan Khashoggi.


Kecurigaan kian menjadi setelah Saudi menangkap 18 tersangka, beberapa di antaranya dikenal sebagai orang yang dekat dengan MbS.

Kasus ini menjadi perhatian internasional setelah Khashoggi dilaporkan hilang usai masuk ke dalam gedung Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.
Awalnya, Saudi berkeras bahwa Khashoggi sudah keluar dari gedung tersebut dalam keadaan hidup.

Namun, sejumlah sumber aparat Turki terus membeberkan hasil temuan mereka di lapangan yang mengindikasikan Khashoggi tewas dimutilasi di dalam gedung konsulat.

Akhir pekan lalu, Saudi akhirnya mengakui bahwa kolumnis The Washington Post itu tewas dalam sebuah perkelahian di konsulat, tapi menegaskan pemerintah sama sekali tak terlibat dalam insiden ini.

[Gambas:Video CNN]

Beberapa hari kemudian, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan bahwa pembunuhan Khashoggi ini sangat terencana dan tak mungkin dieksekusi tanpa persetujuan pemerintah Saudi.

Erdogan bahkan membeberkan pergerakan tim beranggotakan 15 orang yang diduga dikirim langsung dari Saudi khusus untuk melancarkan operasi pembunuhan ini. (has/has)