Terkait Kasus Khashoggi, MbS Restrukturisasi Intelijen Saudi

Tim , CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 10:36 WIB
Terkait Kasus Khashoggi, MbS Restrukturisasi Intelijen Saudi Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) menyebut bahwa pihaknya akan melakukan restrukturisasi badan intelijen mereka, demikian dilaporkan kantor berita Saudi (Saudi Press Agency), Kamis (25/10), seperti dikutip Reuters.

Komite yang akan melakukan restrukturisasi ini disebut, "telah melakukan diskusi terkait rencana reformasi dan menilai situasi saat ini," jelas pernyataan tersebut. 

Minggu lalu, Raja Salman memerintahkan untuk membentuk komite kementerian yang dikepalai MbS untuk melakukan restrukturisasi Presidensi Umum Intelijen di kerajaan, seperti dilansir Al Arabiya.


Sebelumnya diberitakan bahwa petugas intelijen sekaligus mantan diplomat Arab Saudi, Maher Abdulaziz Mutreb, disebut memiliki peran penting dalam kasus dugaan pembunuhan jurnalis pengkritik rezim Raja Salman, Jamal Khashoggi.

Seorang sumber yang dekat dengan penyelidikan kasus ini bahkan menyebut Mutreb sangat mengetahui rancangan operasi tersebut.

Mantan sekretaris pertama Kedutaan Besar Saudi di London tersebut yang menyandang jabatan kolonel dalam intelijen Saudi.

Ia disebut memiliki hubungan dekat dengan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman dan terlihat mendampingi MbS dalam beberapa kesempatan.

Pemerintah Saudi juga telah memecat lima pejabat kerajaan atas pembunuhan Khashoggi. Pemecatan dilakukan antara lain pada Saud al-Qahtani, seorang pembantu utama yang menjalankan media sosial untuk Pangeran Mohammed.

Menurut dua sumber intelijen, Qahtani menjalankan pembunuhan Khashoggi dengan memberi perintah melalui Skype. (eks/eks)