FBI Sebut 13 Paket Bom di AS Bukan Hoaks

CNN Indonesia | Sabtu, 27/10/2018 03:19 WIB
FBI Sebut 13 Paket Bom di AS Bukan Hoaks Dugaan bom di kantor CNN New York. (REUTERS/Kevin Coombs)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur FBI Christopher Wray menegaskan paket bom yang dikirim yang ditujukan kepada sejumlah tokoh bukan alat peledak palsu. Hingga kini, total terdapat 13 paket berisi alat peledak yang ditemukan dan kemungkinan masih bisa bertambah.

"Meskipun kami masih menganalisis paket di laboratorium kami, ini bukan alat peledak palsu," ujar Wray, dikutip dari CNN, Jumat (27/10).

Wray menjelaskan paket yang dikirim terdiri dari pipa PVC sepanjang enam inci, jam kecil, baterai, kabel, dan material aktif. Bahan-bahan ini, menurut dia, pada dasarnya adalah bahan yang berpotensi menjadi peledak, mengeluarkan panas, dan memiliki reaksi terhadap panas, guncangan, dan gesekan.


Ia pun menyebut penyelidikan atas paket-paket alat peledak ini sangat penting.


Hingga kini, terdapat total 13 alat peledak yang ditemukan petugas dan ditujukan kepada 11 tokoh yang merupakan 'musuh politik' Presiden AS Donald Trump. Paket terakhir yang ditemukan di California pada Jumat (27/10) waktu setempat, ditujukan untuk Tom Steyer, Jutawan penyumbang terbesar Partai Demokrat.

Paket juga dikirimkan ke rumah Jutawan George Soros di New York, kediaman Mantan Presiden AS Barack Obama, mantan calon presiden Hillary Clinton, serta mantan Bos CIA John Brennan dan mantan Bos Badan Intelejen AS James Clapper yang dikirimkan ke kantor CNN New York.

Kepolisian AS kini telah menahan seorang pria yang diduga pelaku pengirim ke-13 paket tersebut. Pria tersebut diidentifikasi bernama Caesar Sayoc (56 tahun) yang beralamatkan di Florida dan memiliki sejumlah catatan kriminal.


Wray mengaku telah menerima telepon dari Presiden AS Donald Trump yang memuji hasil kerja FBI dan semua mitra penegak hukum lainnya.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menyerukan warga AS untuk bersatu dalam menghadapi rangkaian teror paket bom ke sejumlah tokoh Demokrat.

Trump dalam pidatonya menolak menyebut afiliasi partai dari para target penerima paket bom. Dia juga menyebut terdapat media yang menerima bom, tetapi tak menyebut CNN.

"Intinya adalah bahwa Amerika harus bersatu dan kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa kita bersatu bersama dalam damai, cinta, dan harmoni sebagai sesama warga Amerika," ungkap Trump. (CNN/agi)