Protes Penahanan 10 Remaja Rusia, Puluhan Demonstran Dibekuk

AFP, CNN Indonesia | Senin, 29/10/2018 09:35 WIB
Protes Penahanan 10 Remaja Rusia, Puluhan Demonstran Dibekuk Ilustrasi. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan demonstran yang ikut serta dalam aksi protes atas penahanan 10 pemuda Rusia ditangkap pada Minggu (28/10).

Kelompok pemantau OVD-Info, melaporkan bahwa 18 orang ditahan di Moskow dan 40 lainnya di Saint Petersburg.

Sebagian orang yang ditangkap masih memegang poster bertuliskan, "Kremlin: kembalikan sandera kalian!"
Mereka juga menuding Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengarang kasus terhadap 10 pemuda yang ditahan atas tuduhan ekstremisme dan upaya makar tersebut.


"Saya datang ke sini untuk mendukung mereka yang ditahan karena mereka seharusnya dibebaskan. Jika kami hanya berkoar di internet, tak akan ada perubahan," ujar seorang demonstran, Ekaterina Annenkova, kepada AFP.

Sementara itu, sekitar 200 orang masih menggelar demonstrasi di depan markas FSB di Lubianka Square, termasuk ibu salah satu dari 10 remaja yang ditahan, Julia Pavlikova.

"Saya tidak percaya hal seperti itu dapat terjadi pada saya dan anak saya. Ini berarti hal serupa bisa terjadi kepada siapa pun. Satu pagi, mereka mengetuk pintu dan mengambil anak saya," katanya.
Kesepuluh anak tersebut ditangkap pada Maret lalu atas tuduhan upaya makar dan pembentukan organisasi ekstremis berdasarkan sebuah perbincangan di aplikasi pesan maya Telegram.

Menurut pengacara para korban, FSB sendiri terlibat dalam pembentukan kelompok di jagad maya tersebut dengan tujuan untuk "mengembalikan Rusia ke kehebatan masa lalunya."

Pada Agustus, dua dari 10 remaja yang ditahan itu dilepaskan dari penjara dan menjadi tahanan rumah karena alasan kesehatan. (has/has)