Kelompok Bersenjata Culik 79 Pelajar di Kamerun

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 11:21 WIB
Kelompok Bersenjata Culik 79 Pelajar di Kamerun Ilustrasi. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok pria bersenjata menculik 79 pelajar dari sebuah asrama sekolah di wilayah barat daya Kamerun pada Senin (5/11).

Juru Bicara Pemerintah Kamerun, Louis Marie Begne, mengatakan bahwa para pria memasuki asrama Sekolah Menengah Presbyterian di Bamenda, melumpuhkan seluruh penjaga, dan membawa 79 anak, terdiri dari laki-laki dan perempuan, yang sedang tertidur.

Begne juga mengatakan kepada CNN bahwa kelompok itu berniat untuk kabur dengan membajak bus sekolah. Namun, sang sopir berpura-pura bus itu sedang rusak sehingga mereka berjalan kaki sembari membawa anak-anak.
Seluruh tentara, petugas kepolisian, hingga berbagai unit militer lainnya juga mencari anak-anak tersebut. Begne menduga anak-anak telah dibagi menjadi beberapa kelompok.


Sebelumnya, kepala sekolah juga telah diculik, kemudian dibebaskan tiga hari yang lalu. Ia diminta tidak kembali ke sekolah demi keamanannya.

Begne belum bisa mengungkap pelaku penculikan itu. Namun, ia tidak menampik kemungkinan kelompok separatis terlibat dalam aksi ini.
Sebelumnya, kelompok separatis Anglophone menyerukan kemerdekaan dari pemerintah Kamerun. Kelompok itu telah dituduh melakukan penculikan mahasiswa di berbagai wilayah Kamerun.

Pada September lalu, tujuh siswa dan seorang kepala sekolah diculik oleh kelompok separatis ini dari sekolah mereka di Kota Bafut.

Menurut Amnesty Internasional, para sandera disiksa dan dilukai sebelum dibebaskan. Mereka juga menuduh para kelompok separatis melakukan serangan terhadap sekelompok prajurit di kota Buea.
Kelompok separatis kerap melakukan kekerasan di Kamerun. Tahun lalu, satu protes kelompok bersenjata untuk menyerukan kemerdekaan berujung ricuh.

Tahun ini, gerakan separatis yang semakin berkembang pun memperburuk keamanan di negara itu. Presiden Kamerun, Paul Biya, dituduh menggunakan militer untuk melancarkan serangan terhadap kelompok separatis bersenjata itu. (cin/has)