Pemilu Sela AS: Demokrat Kuasai DPR, Republik Merajai Senat

CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 01:10 WIB
Pemilu Sela AS: Demokrat Kuasai DPR, Republik Merajai Senat Ilustrasi pemilihan sela 2018 Amerika Serikat. (REUTERS/Andrew Kelly)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemilihan sela 2018 Amerika Serikat untuk menentukan anggota Kongres selesai digelar. Hasilnya Partai Demokrat berhasil menguasai Dewan Perwakilan (House of Representative), sedangkan Partai Republik masih dominan di Senat

Sebagaimana dilansir dari CNN, Kamis (8/11) dinihari Partai Demokrat untuk sementara waktu berhasil menguasai Dewan Perwakilan dengan merebut 222 kursi. Sedangkan Partai Republik hanya mendapat 199 kursi.

Kebalikan dari Dewan Perwakilan, pada Senat justru Partai Republik yang paling dominan dengan meraih 51 kursi. Sedangkan Partai Demokrat hanya mendapatkan 45 kursi.
Pemilihan sela ini diikuti oleh lebih dari 31 juta penduduk AS. Sedangkan pemilih mudanya mencapai lebih dari 2,3 juta orang.


Hasil ini memperlihatkan bagaimana perbedaan pandangan politik masyarakat Amerika Serikat masih sangat tajam. Hal itu mencerminkan bagaimana pilihan politik masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan yang liberal, dengan mereka yang tinggal di kawasan pedesaan yang konservatif.

Kandidat Partai Demokrat tidak mampu menandingi kedigdayaan calon anggota legislatif Partai Republik di negara bagian Missouri, Indiana, dan North Dakota. Namun, para pemilih Demokrat sebagian besar berharap Kongres bisa memakzulkan Presiden Donald Trump.

Hal itu terlihat dari hasil jajak pendapat usai para pemilih menggunakan hak pilih mereka. Meski demikian, Ketua Umum Partai Demokrat Nancy Pelosi menyatakan mereka tidak berselera memakzulkan Trump.
Pamor Trump juga masih sangat kuat di kantung-kantung suara Partai Republik, sehingga mampu menguasai Senat. Namun, mereka tidak bakal bisa mencabut undang-undang jaminan kesehatan yang dikenal dengan julukan Obamacare.

Mereka juga harus mewaspadai manuver Partai Demokrat jika di kemudian hari mereka memutuskan mengajukan hak angket atau interpelasi, terkait sejumlah kebijakan Trump yang dianggap kontroversial.

Dengan hasil ini, kemungkinan Trump tidak akan langsung melakukan manuver politik dengan membuat kebijakan baru. Sebab dia juga harus mempertahankan dukungan jika ingin kembali terpilih dalam pemilihan presiden dua tahun mendatang.

Bisa Kerja Sama

Sementara itu menyikapi hasil tersebut, Trump berharap ke depan kubu Republik dan Demokrat bisa bekerja sama dalam membangun Amerika. Ia mengatakan Demokrat dan Republik memiliki banyak kesamaan terkait dengan masa depan AS.

Oleh sebab itulah, setelah Pemilu Sela selesai, pihaknya akan berusaha membuat kesepakatan bersama. "Mudah-mudahan kita semua dapat bekerja bersama tahun depan untuk melanjutkan pengiriman bagi rakyat Amerika. Termasuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, perdagangan, menurunkan biaya obat resep," katanya pada konferensi pers Gedung Putih, Rabu (8/11).

(ayp/ayp)