Anak Imigran Palestina Jadi Wanita Muslim Pertama Kongres AS

CNN Indonesia | Rabu, 07/11/2018 11:00 WIB
Anak Imigran Palestina Jadi Wanita Muslim Pertama Kongres AS Lahir dari rahim seorang imigran Palestina, Rashida Tlaib, mendapatkan satu kursi di Kongres AS setelah memenangkan pemilu sela di Michigan, Selasa (6/11). (Reuters/Rebecca Cook)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lahir dari rahim seorang imigran Palestina, kader Partai Demokrat, Rashida Tlaib, mendapatkan satu kursi di Kongres Amerika Serikat setelah memenangkan pemilihan umum sela di Michigan, Selasa (6/11).

CNN melaporkan bahwa Tlaib menang telak di pemilu parlemen di distrik 13 Michigan dan langsung dipastikan mendapatkan satu kursi di Dewan Perwakilan.

Sepekan sebelum pemilu, Tlaib pernah berkata kepada CBS bahwa ia siap menjadi bagian dari sejarah perubahan di AS, di mana untuk pertama kalinya seorang perempuan Muslim bisa masuk Kongres.


"Hal pertama yang saya pikirkan ketika orang berkata saya akan menjadi 'Muslim pertama' adalah merayakan momen ini," katanya.
Melanjutkan pernyataannya, Tlaib berkata, "Kita mengubah sejarah tepat di waktu saat kita anggap itu mustahil terjadi. Dan jika kalian percaya, percayalah akan kemungkinan dari seseorang seperti saya."

Selama berkampanye, Tlaib menggaungkan tiga usulan andalannya, yaitu perawatan medis bagi semua orang, upah minimum US$15, dan reformasi regulasi imigrasi.

Pemilu sela ini mendapatkan sorotan luas karena dianggap dapat menentukan nasib kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump selanjutnya.
Dalam pemilu kali ini, partai tempat Trump bernaung, Partai Republik, dibayangi kekalahan dari Partai Demokrat sehingga tak dapat menempati kursi mayoritas di parlemen.

Berdasarkan hasil hitung cepat CNN, perebutan kursi antara Partai Republik dan Partai Demokrat saat ini masih sangat ketat.

Jika Demokrat menguasai parlemen, Trump diperkirakan bakal sulit menjalankan agenda politik dan kebijakannya di sisa masa jabatannya.

"Pemilu sela ini biasanya membosankan. Namun, sekarang pemilu ini jadi hal penting," ujar Trump sehari menjelang pemilu sela. (has/has)