Polisi Klaim Punya Bukti Pengacara Netanyahu Lakukan Suap

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 10:05 WIB
Polisi Klaim Punya Bukti Pengacara Netanyahu Lakukan Suap Kepolisian Israel mengklaim telah memegang bukti bahwa David Shimron, pengacara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, melakukan suap dan pencucian uang. (AFP Photo/AP and Pool/Dan Balilty)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Israel mengklaim telah memegang bukti bahwa David Shimron, pengacara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, melakukan suap dan pencucian uang.

"Merujuk pada David Shimron, kerabat PM Netanyahu sekaligus pengacara keluarganya bahwa ada bukti ia melakukan penyuapan dan pencucian uang sehubungan dengan pembelian kapal selam Jerman oleh Israel," bunyi pernyataan kepolisian seperti dikutip AFP pada Kamis (8/11).

Kepolisian menyampaikan pernyataan ini untuk menyimpulkan penyelidikan atas dugaan skandal korupsi yang telah menjerat Netanyahu sejak 2017 lalu.
Orang nomor satu di Israel itu dituduh terlibat korupsi atas beberapa kasus berbeda. Dia dituduh menerima suap perusahaan telekomunikasi besar Israel, Bezeq, dan perusahaan saham terbesar di negara itu, Shaul Elovitch.


PM Israel ke-12 itu dituding memberikan kebijakan yang menguntungkan bagi anak perusahaan Elovitch, portal berita Walla, dengan imbalan pemberitaan baik yang bisa mengangkat citranya.

Netanyahu juga diperiksa terkait dugaan keterlibatan pembelian kapal selam Jerman yang kontroversial.
Selain Shimron, dalam pernyataan itu, kepolisian menyebut mantan kepala staf kantor Netanyahu, David Sharan, juga dicurigai melakukan penyuapan, termasuk juga mantan kepala angkatan laut Israel, Mayor Jenderal Eliezer Marom.

Sejak penyelidikan dibuka, Netanyahu telah sembilan kali diperiksa polisi, terakhir pada Oktober lalu.

Netanyahu belum dinyatakan sebagai tersangka meski pada Februari lalu kepolisian sempat merekomendasikan agar PM itu didakwa atas dua kasus korupsi.

Saat ini, kepolisian akan melimpahkan hasil penyelidikan ke jaksa agung, yang akan memutuskan apakah para tersangka akan didakwa atau tidak.
Selain Netanyahu, sang istri, Sara Netanyahu, juga terjerat kasus penipuan dan penyalahgunaan uang negara. Sara telah menghadapi sidang pertamanya pada awal Oktober lalu.

Jaksa penuntut menuduh Sara menyalahgunakan dana pemerintah untuk membayar jasa katering perjamuan bernilai US$100 ribu dengan berbohong bahwa tidak ada juru masak di kediaman resmi perdana menteri.

Berkas dakwaan menyebutkan bahwa sejak 2010 hingga 2013, Sara, keluarga dan tamu-tamu mereka menerima "hasil penipuan melalui jamuan makan yang dibiayai dengan dana negara."

Disebutkan pula bahwa jamuan makan itu dipesan dari sejumlah restoran terkenal Yerusalem seperti satu restoran Italia, restoran makanan Timur Tengah, dan restoran sushi. (rds/has)