Palestina Lobi Brasil Batalkan Relokasi Kedubes ke Yerusalem

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 12:32 WIB
Palestina Lobi Brasil Batalkan Relokasi Kedubes ke Yerusalem Ilustrasi. (Reuters/Mohammed Salem)
Jakarta, CNN Indonesia -- Palestina akan melobi pemerintahan baru Brasil di bawah Jair Bolsonaro agar membatalkan pemindahan kedutaan besar untuk Israel ke Yerusalem.

Duta Besar Palestina untuk Brasil, Ibrahim Alzeben, mengatakan bahwa saat ini Palestina berharap pengumuman relokasi itu hanya salah satu cara Bolsonaro untuk berkampanye.

"Mari kita berharap ini hanya pengumuman saat kampanye. Kami berharap (pemerintahan baru Brasil) akan terus menjaga posisi tradisional Brasil dengan menghormati setiap resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait isu ini," ucap Alzeben kepada AFP, Senin (5/11).


Dubes Palestina di Brasil sejak 2008 itu yakin rencana relokasi kedutaan ke Yerusalem bisa dibatalkan sebelum Bolsonaro dilantik.
Dia menuturkan pihaknya telah berkomunikasi dengan tim pemenangan Bolsonaro terkait "masalah yang sangat penting ini."

Meski begitu, Alzeben menampik bahwa rencana relokasi kedubes ini merenggangkan relasi Palestina dengan pemerintahan sayap kanan Brasil di bawah komando Bolsonaro.

"Kami punya waktu dua bulan memaksimalkan diplomasi untuk melakukan tugasnya," ucap Alzeben.

"Saya tidak yakin pemerintah terpilih Brasil tidak menginginkan perdamaian di kawasan itu (Timur Tengah)."
Alzeben mengatakan pihaknya juga akan mengintensifkan upaya menghalangi pemerintahan baru Bolsonaro melanggar tradisi diplomatik yang dipegang Brasil selama bertahun-tahun.

Sejak 1975, Brasil mengakui Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai gerakan kemerdekaan. Brasil mulai menetapkan relasi bersama Palestina dengan membuka kantor perwakilan PLO di negaranya pada 1993.

Bolsonaro sendiri baru akan dilantik pada 1 Januari mendatang setelah memenangkan pemilu pada 28 Oktober lalu.
Meski belum mengumumkan siapa yang bakal mengisi jabatan sebagai menteri luar negerinya, Bolsonaro secara mengejutkan sudah mengutarakan langkah awal politik luar negerinya dengan merelokasi kedutaan Brazil untuk Israel ke Yerusalem.

Menurutnya, Israel merupakan sebuah negara yang berdaulat sehingga patut dihormati.

"Sebagaimana pernyataan saya saat kampanye, kami berniat memindahkan Kedutaan Besar Brasil dari Tel Aviv ke Yerusalem," cuit Bolsonaro melalui akun Twitternya.

"Israel adalah sebuah negara berdaulat dan kami akan menghormatinya."
Rencana Bolsonaro pun langsung disambut Israel dan Amerika Serikat, yang lebih dulu memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Jika terjadi, Brasil akan menjadi negara besar ketiga setelah AS dan Australia yang mengambil langkah kontroversial itu. Rencana Bolsonaro ini pun dikhawtairkan membahayakan relasi Negeri Samba dengan negara-negara Arab.

Di kawasan Amerika Latin, saat ini baru Guatemala yang benar-benar memindahkan kedutaan besar mereka untuk Israel ke Yerusalem. Paraguay tadinya sempat memutuskan hal serupa, tetapi membatalkannya setelah Mario Abdo Benitez terpilih menjadi presiden. (rds/has)