Mantan CEO Goldman Sachs Diduga Temui Dalang Skandal 1MDB

CNN Indonesia | Sabtu, 10/11/2018 13:45 WIB
Mantan CEO Goldman Sachs Diduga Temui Dalang Skandal 1MDB Logo Goldman Sachs. (REUTERS/David Gray)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan CEO Goldman Sachs Lloyd Blankfein diduga menemui seseorang terkait skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang melibatkan mantan Perdana Menteri Najib Razak. Hal tersebut dikonfirmasi AFP dari sumber yang dekat dengan isu tersebut.

Departemen Kehakiman AS menjerat tiga orang dalam kasus tersebut minggu lalu. Dua diantaranya, mantan banker Goldman Sachs dan mengatakan "eksekutif tingkat tinggi" dari bank tersebut hadir dalam sebuah pertemuan November 2009 dengan Low Taek Jo, yang diduga dalang dan perantara untuk dana Malaysia tersebut.

Sumber yang tidak ingin diungkap identitasnya, mengonfirmasi berita-berita tentang Blankfein yang sebelumnya mundur sebagai CEO bulan lalu setelah 12 tahun adalah eksekutif yang namanya tertulis di dokumen pengadilan terkait kasus tersebut.

Seorang juru bicara Goldman Sachs menolak permintaan AFP untuk memberikan komentar. Sumber mengatakan bahwa Blankfein dan Low menghadiri pertemuan pada November 2009 yang diadakan oleh Najib di hotelnya di New York ketika mengunjungi Amerika Serikat

Pertemuan tersebut digambarkan sebagai upaya untuk terlibat dalam proyek tersebut. Pertemuan tersebut dilakukan beberapa minggu setelah Najib membuat dana investasi public Malaysia 1 Malaysian Development Berhad (1MDB) untuk memodernisasi Malaysia.


"Pertemuan tersebut meletakkan fondasi bagi hubungan komersial antara bank investasi bergensi tersebut dan Kuala Lumpur," kata sumber tersebut.


Amerika Serikat menjerat Low Taek Jho, yang juga diketahui sebagai Jho Low, dan bekerja dengan dua banker Goldman (Tim Leissner dan Ng Chong Hwa) untuk mencuci miliaran dolar AS yang diduga berasal dari 1MDB.

Leissner dan Ng dinyatakan bersalah dengan berkomplot mencuci miliyaran dolar AS dari dana kekayaan negara, serta menyuap pegawai-pegawai di Malaysia dan Abu Dhabi untuk merekrut Goldman dengan tujuan kontrak konsultasi yang menguntungkan.

Otoritas AS mengatakan penipuan mengizinkan mereka untuk mengalihkan US$2,7 milyar dollar dari 1MDB dalam bentuk komisi untuk tiga maslah obligasi di 2012 dan 2013, ditulis oleh Goldman Sachs.

Goldman menghasilkan 600 juta dollar dalam komisi sebagai sebuah hasil. Namun demikian, menurut sumber, Blankfein tidak tau Low dan tidak tau ia akan menghadiri pertemuan padan November 2009, yang jua dihadiri oleh bankir-bankir Goldman Sachs lainnya dan rombongan Najib. Diskusi tersebut membicarakan macam-macam topik yang luas.


Sumber lainnya mengatakan kepada AFP bahwa Blankfein dijadwalkan untuk bertemu Low di sebuah konferensi di New York pada 25 September 2013. Namun, pernayataan bahwa Low tidak menghadiri konferensi tersebut berlawanan dengan fakta di berita-berita yang mengatakan keduanya sempat bertemu dua kali.

Peserta-peserta konferensi juga mengundang perusahaan ekuitas swasta seperti Bain Capital dan TPG untuk mendiskusikan "Berinvestasi di Malaysia".

David Solomon, yang mengambil alih kempemimpinan Goldman Sachas setelah Blankfein pension di bulan September, mengatakan pada Rabu ia khawatir dengan dakwaan korupsi kepada dua bankir Goldman.

Bank tersebut mengatakan pihaknya bekerja sama dengan investigasi kriminal Departemen Keadilan AS dan pengacara Goldman diharuskan bertemu dengan tim investigasi minggu depan di Washington. (ani/agi)