Korban Tewas Karhutla di California Bertambah

CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 12:08 WIB
Korban Tewas Karhutla di California Bertambah Penduduk mengungsi akibat kebakaran hutan di California, Amerika Serikat. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah korban tewas dalam kebakaran hutan di negara bagian California, Amerika Serikat bertambah menjadi 29 orang. Ada kemungkinan jumlah itu bertambah karena api masih menjalar ke berbagai wilayah.

"Hari ini, ada tambahan enam jenazah manusia yang ditemukan. Sehingga total korban tewas yang kami temukan saat ini menjadi 29 orang. Seluruhnya ditemukan di kota Paradise," kata Sherif Kory Honea dalam jumpa pers, seperti dilansir AFP, Senin (12/11).

Berdasarkan pantauan jurnalis AFP, seluruh pekerja juga menemukan dua jenazah baru di kota Paradise. Diperkirakan jumlah korban tewas akan terus meningkat.
Akibat kebakaran yang terjadi di wilayah California utara dan selatan, terlihat asap hitam menyelimuti langit.


Di wilayah selatan, api mengancam berbagai rumah dan kendaraan mewah di kawasan elite di pesisir pantai Malibu. Sebanyak dua korban tewas ditemukan di dalam sebuah kendaraan di wilayah itu.

Kebakaran paling mengerikan yang terjadi di wilayah utara pegunungan Sierra, Nevada. Kebakaran itu merusak berbagai infrastruktur dan sebanyak 250 ribu orang mengungsi serta 64 ribu rumah di kota Paradise hancur.

Kepala Pemadam Kebakaran Los Angeles, Daryl Osby mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap para petugas yang telah berjuang untuk menyelamatkan puluhan ribu jiwa serta tempat tinggal mereka.
Sebanyak tiga dari 4.000 petugas yang dikerahkan untuk memadamkan api mengalami luka-luka. Angin kencang juga merupakan masalah besar mengapa kebakaran ini sulit diatasi.

Badan Perlindungan Kebakaran CAL FIRE mengatakan bahwa akibat angin kencang, api sudah membakar lebih dari 45 ribu hektar tanah dan menghanguskan ribuan bangunan. Mereka memperkirakan bahwa pemadaman ini akan memakan waktu selama tiga minggu.

Gubernur California, Jerry Brown telah mengeluarkan perintah evakuasi terhadap seperempat juta penduduk, dan meminta warga tidak mengabaikan perintah itu.

"Ini bukan hal yang normal. Ini tidak normal, dan kebakaran seperti ini akan terus terjadi. Tentu saja, dalam waktu 10 hingga 20 tahun mendatang," kata dia kepada wartawan.

"Sayangnya, ilmuwan terbaik memberitahu kita bahwa kekeringan akan terus meningkat di sini," kata dia menambahkan.
CAL FIRE menyebut bahwa kebakaran ini mirip dengan bencana kebakaran paling mematikan yang terjadi di Taman Griffith pada 1993. (cin/ayp)