Israel Terus Bombardir Gaza, Stasiun TV milik Hamas Hancur

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 07:59 WIB
Israel Terus Bombardir Gaza, Stasiun TV milik Hamas Hancur Serangan udara dilakukan Israel di Jalur Gaza. (MAHMUD HAMS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan Bersenjata Israel terus membombardir Jalur Gaza, Palestina selepas operasi militer yang berhasil dipatahkan oleh Hamas pada Minggu (11/11) malam pekan lalu. Akibat gempuran itu, kantor stasiun televisi Al Aqsa dan kantor polisi Hamas hancur, serta menyebabkan lima orang meninggal.

Sebagaimana dilansir AFP, Selasa (13/11), militer Israel mengklaim telah menggempur 70 lokasi persembunyian pasukan Hamas, Brigade Izzudin Al Qassam. Mereka berdalih hanya membalas serangan Hamas yang telah meluncurkan 300 roket. Padahal Israel yang memulai pertikaian terlebih dulu dengan menggelar operasi militer pada Minggu pekan lalu, di Khan Yunis.

Dinas Kesehatan Jalur Gaza menyatakan tiga orang terluka dalam serangan susulan Israel. Sedangkan Front Popular Pembebasan Palestina (PFLP) menyatakan dua pejuang mereka juga tewas akibat serangan Israel. Dalam serangan Minggu pekan lalu, tujuh pejuang Hamas termasuk seorang komandan Brigade Izzudin Al Qassam, Nur Baraka, gugur.
Israel menyatakan dari ratusan roket dilepaskan Hamas, sebagian besar jatuh di wilayah tanpa penduduk. Namun, sebagian menghantam rumah dan bangunan warga. Sekitar 20 orang terluka dalam serangan roket Hamas.


Rudal anti kendaraan lapis baja dilepaskan pejuang Hamas dari Jalur Gaza juga menghantam sebuah bus di Israel. Sejumlah orang terluka, termasuk tentara Israel.

Serangan Israel juga menghancurkan bangunan stasiun televisi Al-Aqsa dan kantor polisi milik Hamas. Tidak ada korban dalam serangan itu, karena para pegawai sudah terlebih dulu dievakuasi.

Hamas menyatakan akan terus menuntut balas atas tujuh pejuangnya yang tewas akibat serangan Israel. Perwakilan Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov hanya bisa meminta kedua belah pihak melakukan gencatan senjata.
Israel mengklaim operasi militer yang digelar pada Minggu pekan lalu hanya bersifat mengumpulkan informasi, dan bukan bertujuan membunuh atau menculik. Mereka juga mengakui kalau operasi itu tidak berjalan sesuai rencana. Namun, Hamas tidak yakin dengan alasan itu.

Hamas menyatakan pertempuran terjadi setelah serdadu Israel menembaki pasukan Brigade Izzudin Al Qassam yang sedang berjaga di Khan Yunis dari dalam mobil biasa. Mereka lantas kabur kemudian dikejar oleh pasukan Hamas.

Ternyata jet tempur Israel yang mengawal lantas menyerang pasukan Hamas yang sedang mengejar target dengan dalih melindungi rekan mereka. Hamas kemudian membalasnya dengan serangan roket ke selatan Israel.

Hamas sudah menggelar pemakaman untuk tujuh pejuang mereka yang gugur pada Senin kemarin. Dikhawatirkan hal ini bisa memicu perang baru. Sebab, sudah berbulan-bulan situasi di Jalur Gaza memanas akibat sikap represif Israel yang membunuh warga sipil, saat unjuk rasa besar-besaran di kawasan perbatasan sejak 30 Maret lalu. Sekitar 231 warga Palestina meninggal karena dibunuh pasukan Israel dengan ditembak ketika demonstrasi, lainnya akibat serangan udara dan tank.
Bentrokan ini terjadi dua hari setelah Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu membolehkan Qatar mengirim bantuan uang kepada Hamas di Jalur Gaza. Dia pun memangkas lawatannya dalam peringatan berakhirnya Perang Dunia I, dan pulang untuk memimpin rapat darurat. Hamas dan Israel sudah terlibat tiga kali peperangan sejak 2008. (ayp/ayp)