Erdogan: Intelijen Saudi Terkejut Dengar Rekaman Khashoggi

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 18:25 WIB
Erdogan: Intelijen Saudi Terkejut Dengar Rekaman Khashoggi Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan rekaman pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi begitu
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan bahwa rekaman pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi begitu "menjijikkan" hingga membuat banyak orang terkejut, termasuk seorang petugas intelijen Arab Saudi.

"Rekaman itu sangat menjijikkan. Ketika petugas intelijen Saudi mendengarkan rekaman itu dia terkejut dan berkata, 'Mereka pasti mengonsumsi heroin. Hanya orang yang mengonsumsi heroin yang dapat melakukan hal seperti ini,'" tutur Erdogan, dikutip Reuters.

Erdogan mengatakan bahwa reaksi itu muncul setelah Turki memutarkan rekaman suara ketika jurnalis pengkritik itu dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Rekaman itu sudah didengar oleh sejumlah pihak dari Saudi, Amerika Serikat, Perancis, Kanada, Jerman, dan Inggris.
Menurut Erdogan, berbagai pihak sepakat bahwa pembunuhan itu memang sangat terencana dan didalangi oleh pejabat tinggi di Saudi. Namun, Erdogan ragu Raja Salman mengetahui mengenai rencana pembunuhan ini.


Ia pun meminta Saudi segera mengungkap otak di balik pembunuhan Khashoggi. Hingga saat ini, Saudi sendiri sudah menangkap 18 tersangka, beberapa di antaranya adalah orang dekat Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.

"Putra mahkota mengatakan, 'Saya akan mengklarifikasi masalah ini. Saya akan melakukan semua langkah yang diperlukan.' Kami akan menunggu dengan sabar," ucap Erdogan.
Melanjutkan pernyataannya, Erdogan berkata, "Mereka harus mengungkap siapa yang memerintahkan pembunuhan itu."

Erdogan tidak membocorkan detail rekaman itu. Namun sebelumnya, Kepala Departemen Investigasi Turki, Nazif Karaman, mengungkap sejumlah detail rekaman suara tersebut.

"'Saya tercekik. Lepaskan kantong plastik ini dari kepala saya. Saya klaustrofobia,' konon kalimat tersebut merupakan kata-kata terakhir Khashoggi," ucap Karaman kepada Daily Sabah seperti dikutip Sputnik, Senin (12/11).

[Gambas:Video CNN]

Karaman mengatakan Khashoggi tewas akibat dicekik tak lama setelah memasuki gedung konsulat pada 2 Oktober lalu.

Dilansir Al Jazeera, Karaman menuturkan koresponden The Washington Post itu tewas setelah kepalanya dibungkus kantong plastik.

Menurut Karaman, berdasarkan rekaman suara tersebut, pembunuhan Khashoggi diduga berlangsung hanya dalam waktu tujuh menit.

Selain itu, "tim eksekusi" yang disebut terdiri dari 15 orang juga menutupi lantai gedung konsulat dengan kantok plastik sebelum memotong-motong jasad Khashoggi. (has/has)