Netanyahu lebih memilih bertahan dan menganggap permintaan menggelar pemilu lebih awal merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak tepat untuk saat ini
"Dalam periode di mana isu keamanan sangat sensitif, menggelar pemilu adalah tindakan yang salah dan tidak diperlukan," ucap Netanyahu dalam rapat kabinet pada Minggu (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan tersebut diutarakan Netanyahu menyusul bergolaknya situasi politik Israel selepas Lieberman memutuskan mengundurkan diri. Lieberman menolak kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas di Jalur Gaza pada pekan lalu.
Pengunduran diri Lieberman dan penarikan dukungan partainya, Partai Yisrael Beitenu, dari koalisi pemerintahan Netanyahu membuat kepemimpinan PM sejak 2009 itu semakin lemah terhadap oposisi.
Netanyahu pun dikabarkan langsung menggelar rapat darurat dengan Kahlon, demi mengatasi krisis koalisi ini. Namun, Kahlon menuturkan pertemuan keduanya berakhir tanpa kesimpulan apa-apa dan berencana menggelar rapat lagi pekan depan.
Juru bicara partai Netanyahu, Likud, mengatakan sang PM juga akan menggelar rapat dengan para menteri kabinetnya dalam beberapa hari ke depan.
Selain desakan menggelar pemilu lebih awal, Netanyahu juga tengah dirundung skandal korupsi. Sejak awal 2017 lalu, Netanyahu telah diperiksa sembilan kali oleh kepolisian atas dua kasus dugaan korupsi.