Pemulangan Rohingya Kemungkinan Ditunda Tahun Depan

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 19:58 WIB
Pemulangan Rohingya Kemungkinan Ditunda Tahun Depan IIustrasi pengungsi Rohingya. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proses pemulangan etnis minoritas Rohingya dari tempat pengungsian mereka di perbatasan Bangladesh, ke Myanmar nampaknya bakal tertunda hingga 2019. Sebab, Bangladesh menyatakan akan melanjutkan program itu selepas mereka menggelar pemilihan umum pada akhir tahun ini.

"Sebentar lagi mau pemilu, jadi pemerintah bakal memutuskan hal itu setelah pemilu," kata Komisioner Lembaga Penanganan Pengungsi dan Pemulangan Rohingya di Bangladesh, Abul Kalam, seperti dilansir Reuters, Senin (19/11).

Kalam menyatakan proses pembangunan pemukiman Rohingya di Pulau Bhasan Char saat ini sudah hampir rampung. Dia meyakini nantinya orang Rohingya bisa hidup di sana sebagai nelayan atau bertani.
Meski begitu, seluruh pengungsi Rohingya enggan dipulangkan ke Myanmar. Alasannya adalah mereka trauma dan tidak ada jaminan tak lagi mengalami persekusi dari kelompok Buddha radikal dan aparat keamanan Myanmar.


Di sisi lain, pemerintah Myanmar juga belum mengakui orang Rohingya sebagai warga negara. Orang Rohingya masih harus melewati proses panjang guna mendapatkan hak-haknya. Maka dari itu mereka pun pesimis akan masa depannya jika kembali ke Myanmar.
Kekerasan Masih Terjadi

Dilansir AFP, kabarnya terjadi penembakan di kamp penampungan Rohingya, Ah Nauk Ye di Kota Pauktaw.

Lokasinya berada di dekat Ibu Kota Negara Bagian Rakhine, Sittwe. Dua orang Rohingya terluka akibat kejadian itu.

Menurut saksi, insiden itu terjadi pada Minggu pekan lalu. Saat itu sekitar 20 polisi datang ke kamp dan mengumpulkan semua orang. Mendadak mereka menembak empat orang Rohingya dan terluka. Salah satunya luka cukup serius. Aparat berdalih mereka melawan saat hendak ditangkap terkait dugaan penyelundupan orang Rohingya ke Malaysia beberapa hari lalu.
Saat ini ada sekitar 4000 orang Rohingya bermukim di kamp itu. PBB hanya meminta semua pihak tetap tenang dan tidak terpancing dengan kejadian itu. (ayp/ayp)