Trump Ancam Tutup Perbatasan, Ratusan Imigran Paksa Masuk AS

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 11:07 WIB
Trump Ancam Tutup Perbatasan, Ratusan Imigran Paksa Masuk AS Ratusan imigran berkumpul di Meksiko untuk menyeberang ke Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menutup seluruh perbatasan. (AFP Photo/Pedro Padro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan imigran dari Amerika Tengah berkumpul di salah satu jembatan di Meksiko untuk menyeberang ke Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menutup seluruh perbatasan.

"Ayo kita menyeberang sekarang. Kita sudah putus asa. Kita sudah meninggalkan keluarga di Honduras. Kita perlu bekerja!" kata seorang imigran bernama Wilson sebagaimana dikutip AFP, Kamis (22/11).

Ketegangan meningkat ketika seorang pejabat lokal dan aktivis hak asasi manusia mencoba meyakinkan para imigran untuk mengajukan permintaan suaka melalui jalur resmi.


"Kami tidak mau!" teriak para imigran.
Sementara itu, sekelompok imigran lain terlihat berjalan menyusul dari tempat penampungan mereka ke jembatan El Chaparral di Tijuana yang berada di seberang perbatasan dengan San Diego, California.

Pergerakan ini langsung terlihat tak lama setelah Trump mengancam akan menutup seluruh perbatasan dengan Meksiko demi mencegah imigran ilegal.

"Jika kami kehilangan kendali untuk menahan ledakan imigran atau orang-orang mulai terluka, kami akan menutup perbatasan untuk jangka waktu tertentu hingga situasi terkendali," katanya.

"Kami akan menutup seluruh perbatasan, maksud saya seluruh perbatasan!"
Pihak berwenang di Tijuana sendiri sudah berupaya mendirikan bursa kerja untuk merekrut para imigran agar dapat bekerja di perusahaan lokal.

Kantor imigrasi Meksiko juga sudah menawarkan para imigran untuk mengurus izin tinggal sementara.

Beberapa imigran mengambil tawaran itu, tetapi sisanya tetap bertekad untuk mencapai AS.

Pada bulan lalu, ribuan imigran, termasuk perempuan dan anak-anak dari Honduras, El Salvador, dan Guatemala melarikan diri dan berusaha untuk menyeberang ke AS setelah kekerasan geng terjadi di wilayahnya. (cin/has)