Pernyataan itu diutarakan Corker menanggapi sikap Trump yang bersumpah tetap akan menjadi "mitra setia" Saudi meski dirinya didesak untuk bisa bersikap lebih keras terhadap Riyadh terkait Khashoggi.
"Itu membawa bangsa kita ke titik yang sangat rendah terkait sikap moral yang bijaksana. Sikap tersebut mencerminkan bahwa jika Anda memuji kami (AS) dan membelanjakan banyak dengan kami, kami akan tutup mata terkait pembunuhan jurnalis yang Anda lakukan dan hal-hal lainnya," ucap Corker kepada CNN pada Kamis (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Trump tetap mendukung Saudi meski dirinya juga mengatakan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) mungkin mengetahui rencana pembunuhan Khashoggi di gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.
Laporan Badan Intelijen Pusat AS (CIA) yang bocor ke publik juga bahkan menyimpulkan bahwa pembunuhan wartawan pengkritik Raja Salman itu diperintahkan oleh MbS, yang kini menjadi penguasa defacto Saudi.
"Agen-agen intelijen kami terus menilai semua informasi, tetapi sangat mungkin bahwa Putra Mahkota memiliki pengetahuan tentang peristiwa tragis ini - mungkin dia melakukannya dan mungkin dia tidak!" kata Trump dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, Selasa (20/11).
Lihat juga:Trump Nyatakan Tetap Setia Terhadap Saudi |
Dia juga menegaskan bahwa pemerintahan Trump harus segera menetapkan pertimbangan kredibel terkait sikap AS terhadap Saudi sebelum MbS mengeksekusi pihak-pihak bertanggung jawab, yang mungkin saja hanya menjelankan perintah dari sang putra mahkota untuk membunuh Khashoggi.
"Semuanya merujuk pada (simpulan) bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, MbS, memerintahkan pembunuhan jurnalis @washingtonpost Jamal #Khashoggi," kata Corker melalui Twitternya.
[Gambas:Twitter]
Lebih lanjut, terlepas dari sikap Trump, Corker menegaskan bahwa Kongres akan mempertimbangkan respons terhadap Saudi soal Khashoggi, termasuk menentukan peran MbS dalam pembunuhan itu sesuai hukum. (rds/has)