Trump Sebut CIA Belum Tarik Simpulan soal Khashoggi

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 18:00 WIB
Trump Sebut CIA Belum Tarik Simpulan soal Khashoggi Presiden Donald Trump menegaskan bahwa CIA belum menarik simpulan apa pun terkait kasus pembunuhan jurnalis pengkritik pemerintah Arab Saudi, Jamal Khashoggi. (Reuters/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Badan Intelijen Pusat (CIA) belum menarik simpulan apa pun terkait kasus pembunuhan jurnalis pengkritik pemerintah Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Dengan pernyataan ini, Trump menampik pemberitaan The Washington Post yang menyatakan bahwa CIA sudah menarik simpulan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

"Saya minta maaf. Tidak, mereka tidak menyimpulkan. Mereka belum sampai pada kesimpulan. Mereka hanya memiliki perasaan demikian. Mereka belum menyimpulkan, saya tidak tahu apakah ada yang bisa menyimpulkan putra mahkota melakukannya," katanya seperti dikutip Anadolu.
Sebelumnya, ketika ditanya mengenai laporan CIA tersebut, Trump tak memberikan jawaban pasti mengenai pendapatnya soal kemungkinan Pangeran Mohammed sebagai dalang di balik pembunuhan Khashoggi.


"Mungkin dia melakukannya dan mungkin dia tidak!" katanya.

Pernyataan Trump ini mengundang kritik dari berbagai elemen dalam negeri, termasuk seorang senator Partai Republik, Bob Corker, yang menganggap komentar itu membuat AS terperosok ke titik terendah.

Corker menganggap Saudi tetap harus mendapatkan ganjaran jika memang terbukti merencanakan pembunuhan Khashoggi.
Sejak Khashoggi dilaporkan tewas di dalam konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Okotber lalu, Trump memang selalu membela sekutunya tersebut.

Dalam pernyataannya, Trump bahkan membela hubungannya dengan Arab Saudi dan mengatakan bahwa AS belum mengetahui seluruh fakta. Ia menekankan AS akan tetap mempertahankan hubungan dengan Saudi.

Meski sempat membantah kabar kematian Khashoggi, Saudi sendiri akhirnya mengakui bahwa kolumnis The Washington Post itu tewas akibat perkelahian di dalam konsulat mereka di Istanbul.

Namun, mereka terus menekankan bahwa kerajaan sama sekali tidak mengetahui plot pembunuhan ini. (cin/has)